Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
September 24, 2026
Daerah Pesantren

Hadapi Kemarau Panjang, Ponpes Wali Barokah Gelar Salat Istisqa’

  • September 24, 2026
  • 3 min read
  • 3 Views
Hadapi Kemarau Panjang, Ponpes Wali Barokah Gelar Salat Istisqa’

Kediri (24/7). Menghadapi musim kemarau yang berlangsung cukup panjang, Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri menggelar Salat Istisqa’ secara berjamaah di halaman pesantren, Selasa pagi (22/9). Ibadah tersebut dilaksanakan sebagai ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan.

Salat Istisqa’ diikuti jajaran pengasuh dan pengurus pesantren, para ustaz, serta ribuan santri Ponpes Wali Barokah. Pelaksanaan ibadah tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadapi kondisi kemarau sekaligus meningkatkan ketakwaan melalui doa dan ibadah.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Pengasuh Ponpes Wali Barokah KH Sabela Rosyada mengajak seluruh jamaah untuk mensyukuri berbagai nikmat yang masih diberikan Allah SWT. Salah satunya, ketersediaan air bersih di lingkungan pesantren yang hingga saat ini masih mencukupi meskipun sejumlah wilayah menghadapi kondisi kemarau.

“Alhamdulillah, di tengah kondisi kemarau dan hujan yang belum turun, kebutuhan air bersih di Ponpes Wali Barokah masih tercukupi. Kita patut mensyukuri kondisi tersebut karena segala kecukupan yang kita rasakan merupakan rahmat dan pertolongan Allah SWT,” ujar KH Sabela Rosyada.

Ia menjelaskan, kondisi kemarau yang berkepanjangan hendaknya tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi momentum bagi umat Islam untuk melakukan introspeksi diri. Muhasabah dapat dilakukan dengan mengevaluasi diri, memperbanyak istighfar, serta meningkatkan amal ibadah dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Ketika hujan belum turun, mari kita jadikan ini sebagai momentum untuk bermuhasabah. Perbanyak istighfar, bertaubat dengan sungguh-sungguh, dan tingkatkan ketakwaan serta amal ibadah kita. Semoga Allah memberikan ampunan sekaligus mengabulkan doa kita,” tuturnya.

KH Sabela juga mengajak para santri dan seluruh jamaah untuk menjaga dan menghidupkan tuntunan Salat Istisqa’ sebagai salah satu bentuk ikhtiar ketika menghadapi kondisi kekeringan. Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dapat menjadi sebab turunnya hujan yang memberikan manfaat bagi seluruh makhluk.

“Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan yang penuh barokah, hujan yang memberikan manfaat bagi tanaman, hewan, dan seluruh kehidupan manusia. Mudah-mudahan kebutuhan air masyarakat juga kembali tercukupi,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Kediri yang juga Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, H. Agung Riyanto, mengatakan pelaksanaan Salat Istisqa’ tidak semata-mata ditujukan untuk kepentingan lingkungan pesantren. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang turut merasakan dampak kemarau dan keterbatasan air di sejumlah wilayah.

“Salat Istisqa’ ini merupakan ikhtiar spiritual yang kami lakukan bersama para santri dan pengurus untuk memohon pertolongan Allah SWT. Kami tidak hanya berdoa agar kebutuhan air di lingkungan pesantren tercukupi, tetapi juga berharap hujan segera turun dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ungkap H. Agung Riyanto.

Menurutnya, doa bersama tersebut diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian terhadap kondisi masyarakat sekitar. Turunnya hujan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan air, tetapi juga berpengaruh terhadap kesuburan tanah, pertanian, serta berbagai aktivitas masyarakat yang membutuhkan pasokan air.

“Kami berharap Allah SWT memberikan hujan yang membawa keberkahan, menyuburkan tanah, mencukupi kebutuhan air bersih, dan memberikan ketenteraman bagi masyarakat Kota Kediri serta wilayah sekitarnya,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *