Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
September 28, 2026
Daerah Kesehatan Nasihat

Pengajian Pemuda LDII Kota Kediri Kupas Bahaya LGBT dari Sisi Agama dan Kesehatan

  • September 27, 2026
  • 3 min read
  • 17 Views
Pengajian Pemuda LDII Kota Kediri Kupas Bahaya LGBT dari Sisi Agama dan Kesehatan

Kediri (27/9). Pemuda LDII Kota Kediri menyelenggarakan Pengajian Akbar yang bertema “Istiqomah di Atas Fitrah: Membentengi Diri dari Bahaya LGBT”. Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren Nurul Huda Al-Manshurin, Kota Kediri, pada Sabtu (27/9).

Pengajian tersebut menghadirkan dua pemateri, yakni Ustaz Nuril yang membawakan materi dari perspektif Al-Qur’an dan hadis, serta Lucky Ahmad selaku praktisi kesehatan yang membahas dari sisi medis dan psikologi sosial.

Ustaz Nuril memaparkan sejumlah dalil yang menegaskan larangan Islam terhadap perilaku homoseksual. Ia mengawali dengan hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

“Allah melaknati lelaki yang menyerupai perempuan dan perempuan yang menyerupai lelaki.” (HR. Bukhari)

Ustaz Nuril kemudian mengajak peserta merenungkan firman Allah ﷻ dalam Surat Al-A’raf ayat 80–81:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعَالَمِينَ ۝ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

“Dan Kami (juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kalian melakukan perbuatan keji yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelum kalian di dunia ini? Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki dengan syahwat, bukan kepada perempuan. Bahkan kalian adalah kaum yang melampaui batas.'” (QS. Al-A’raf: 80–81)

Menurutnya, kisah kaum Nabi Luth yang diabadikan berulang kali dalam Al-Qur’an bukan sekadar cerita sejarah, melainkan peringatan abadi bagi umat Islam agar tidak mengulang perbuatan yang sama. Ia juga menyampaikan ayat 82 Surah Hud yang menggambarkan dahsyatnya azab yang menimpa kaum tersebut sebagai konsekuensi dari kedurhakaan mereka kepada Allah ﷻ.

“Kita perlu memiliki pemahaman yang benar terhadap dalil-dalil ini penting agar kedepan kita memiliki pegangan yang kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh yang bertentangan dengan ajaran Islam,” pungkas Ustaz Nuril dalam penutupan materinya.

Para Peserta Pengajian Akbar Pemuda LDII Kota Kediri, di Pondok Pesantren Nurul Huda Al-Manshurin, Kota Kediri, Sabtu (27/9).
Para Peserta Pengajian Akbar Pemuda LDII Kota Kediri, di Pondok Pesantren Nurul Huda Al-Manshurin, Kota Kediri, Sabtu (27/9).

Sementara itu, Lucky Ahmad, melanjutkan pembahasan dari sudut pandang kesehatan dan sosial. Ia menjelaskan pengertian LGBT secara terminologis yaitu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender, sekaligus mengaitkan konsep jenis kelamin dengan landasan Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Hujurat ayat 13 dan Surah An-Nisa ayat 1, sebagai dasar memahami penciptaan manusia dalam perspektif agama.

“Jenis kelamin terbentuk secara biologis sejak lahir. Ini bukan sekadar konstruksi sosial, melainkan ketetapan Allah ﷻ yang tertuang dalam ayat-ayat-Nya,” ujar Lucky Ahmad.

Ia juga menyampaikan data kesehatan yang patut menjadi perhatian serius. Merujuk pada data Kementerian Kesehatan tahun 2024, sekitar 35 persen dari kasus infeksi HIV baru di Indonesia ditemukan pada kelompok lelaki yang berhubungan seks dengan sesama lelaki.

“Data ini menjadi bukti bahwa perilaku yang menyimpang dari fitrah tidak hanya berdampak spiritual, tetapi juga membawa risiko kesehatan yang serius seperti HIV, sifilis, dan gonore,” ungkap Lucky.

Ia mendorong agar para peserta menyadari, bahwa fenomena LGBT di Kota Kediri bukan hal yang jauh dari keseharian. Ia menegaskan, pemuda harus selektif dalam memilih lingkungan pergaulan dan tidak mudah larut dalam arus pengaruh negatif yang kian masif menyebar melalui media digital.

“Agar kita terhindar dari pengaruh negatif LGBT, solusinya adalah melatih pola pikir yang sehat, membatasi lingkaran pergaulan bebas, mengelola algoritma media sosial secara bijak, menjaga kebersihan pakaian dan aurat, serta memperkuat semangat spiritualitas sebagai fondasi utama,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *