Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 30, 2026
Provinsi

Perkuat Ukhuwah, LDII Hadiri Kajian Ramadan Muhammadiyah Jatim di Jember

  • February 23, 2026
  • 2 min read
  • 58 Views
Perkuat Ukhuwah, LDII Hadiri Kajian Ramadan Muhammadiyah Jatim di Jember

Jember (23/2). Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH Amrodji Konawi bersama Ketua DPD LDII Jember, Akhmad Malik, menghadiri pembukaan Kajian Ramadan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Kegiatan yang mengusung tema besar mengenai tantangan keumatan dan lingkungan ini digelar di Universitas Muhammadiyah Jember pada 21-22 Februari 2026.

Kehadiran tokoh-tokoh LDII dalam forum ini menjadi pertanda sinergi antar-ormas Islam di Jawa Timur dalam merespons isu-isu strategis bangsa.

Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH Amrodji Konawi, memberikan apresiasi atas konsistensi Muhammadiyah dalam menyelenggarakan forum konsolidasi pemikiran ini. Menurutnya, tema ekoteologi (teologi lingkungan) yang diangkat sangat selaras dengan program pengabdian LDII.

“Kami hadir untuk mendengarkan, berbagi perspektif, dan memperkuat silaturahim. Apa yang dikaji mengenai ekoteologi sangat relevan dengan komitmen LDII selama ini dalam pelestarian lingkungan. Sinergi seperti ini krusial karena tantangan bangsa hanya bisa diselesaikan dengan kolaborasi lintas ormas,” ujar Amrodji.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh nasional, di antaranya Ketua Umum PP Muhammadiyah KH Haedar Nashir, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah KH Abdul Mu’ti, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, serta tokoh senior KH Din Syamsuddin dan Ketua PWM Jatim KH Sukadiono.

Perkuat Ukhuwah, LDII Hadiri Kajian Ramadan Muhammadiyah Jatim di Jember
Perkuat Ukhuwah, LDII Hadiri Kajian Ramadan Muhammadiyah Jatim di Jember

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan ormas dalam pembangunan peradaban. Ia menyoroti kontribusi besar Muhammadiyah di sektor pendidikan dan kesehatan.

“Pemerintah tidak boleh absen dari ruang keumatan seperti ini. Muhammadiyah, dengan ribuan lembaga pendidikannya, telah membantu negara mencerdaskan bangsa jauh sebelum kemerdekaan. Kami memandang forum ini sebagai mitra strategis dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat,” tegas Emil.

Emil juga memberikan penekanan khusus pada isu kerusakan alam di wilayah tapal kuda, seperti potensi longsor di jalur Jember-Banyuwangi. Ia menilai integrasi nilai teologis ke dalam kesadaran ekologis (ekoteologi) adalah solusi jangka panjang untuk menjaga keselamatan jiwa dan stabilitas ekonomi masyarakat.

Acara yang berlangsung ini tidak hanya menjadi ajang diskusi intelektual, tetapi juga mempererat kerukunan antar-tokoh agama dan pemerintah di Jawa Timur dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *