Wapres Gibran dan DPP LDII Dorong Pembinaan Generasi Mandiri Lewat Permata CAI
Jombang (01/7). Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka gelaran Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 Tahun 2026 yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Wonosalam, Kabupaten Jombang, pada Senin (29/6). Ia menilai penguatan karakter yang berjalan seiring dengan pendidikan kewirausahaan menjadi modal utama dalam menyiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Di hadapan kurang lebih 2.000 peserta dari kalangan alumni dan santri Pondok Pesantren Gadingmangu, Gibran menyampaikan apresiasinya atas keberlangsungan Permata CAI sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, perpaduan antara pendidikan agama, wawasan kebangsaan, bela negara, dan kewirausahaan merupakan kombinasi yang tepat dalam menghadapi tantangan ke depan.
“Kita akan memasuki bonus demografi saat mayoritas penduduk berada pada usia produktif. Momentum ini harus dimanfaatkan dengan mempersiapkan generasi yang mandiri, berkarakter, dan memiliki jiwa wirausaha,” ujar Gibran.
Tidak hanya membuka acara, Gibran turut meninjau pameran UMKM yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan. Ia mengapresiasi para pelaku usaha pesantren yang telah mengadopsi pemasaran berbasis digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Transformasi digital, menurutnya, merupakan kunci dalam memperkokoh kemandirian ekonomi pesantren.
Wapres juga menyerukan kepada seluruh peserta untuk tampil sebagai penggerak persatuan di lingkungan masyarakat. Ia mendorong generasi muda agar senantiasa menjaga toleransi, cerdas dalam menyaring informasi, dan terus memupuk semangat kebangsaan.
Pada forum yang sama, Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menyampaikan bahwa upaya melahirkan generasi unggul harus berakar dari lingkungan keluarga. Perhatian terhadap aspek kesehatan dan kecukupan gizi sejak usia dini, menurutnya, menjadi pijakan awal terbentuknya sumber daya manusia yang berkualitas.
Dody menegaskan bahwa pembinaan generasi di lingkungan LDII dilakukan secara menyeluruh melalui sinergi antara keluarga, institusi pendidikan, dan pondok pesantren. Upaya tersebut diwujudkan melalui program Tri Sukses Generasi Penerus (Generus), yakni membentuk generasi yang berakhlakul karimah, alim-faqih, dan mandiri.
“Melalui sinergi keluarga, pendidikan, dan pondok pesantren, kami berharap lahir generasi yang siap menghadapi tantangan zaman sekaligus memberikan kontribusi bagi bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Permata CAI ke-47, Achmad Fawwaz, mengungkapkan bahwa kegiatan ini berlangsung selama enam hari dengan beragam program pembinaan, mulai dari gelar budaya, kreativitas santri, wahana edukatif, bazar, hingga pameran yang menampilkan 115 pelaku UMKM.
Ia memproyeksikan total pengunjung selama kegiatan berlangsung akan mencapai sekitar 50.000 orang. Di samping menjadi sarana pembinaan generasi muda, Permata CAI juga diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian warga sekitar melalui peningkatan aktivitas perdagangan dan jasa.
Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama, panitia menyalurkan 1.900 paket sembako kepada masyarakat prasejahtera di Kecamatan Wonosalam dan wilayah sekitarnya. Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, Permata CAI diharapkan tidak hanya mencetak generasi muda yang berkarakter dan berdikari, tetapi juga memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat dan perekonomian lokal.
