Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 1, 2026
Dakwah Nasihat Pendidikan

Lailatul Qadr itu Menjadi Peluang Keberuntungan atau Kerugian?

  • March 11, 2026
  • 2 min read
  • 48 Views
Lailatul Qadr itu Menjadi Peluang Keberuntungan atau Kerugian?

Oleh : Asyhari Eko Prayitno (Sekretaris LDII Kota Kediri)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ ، قَالَ : دَخَلَ رَمَضَانُ ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ ، وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ، مَنْ حُرِمَهَا , فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ ، وَلاَ يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلاَّ مَحْرُومٌ * رواه ابن ماجة

Artinya : Dari Anas RA, ia berkata : Masuk Bulan Ramadan, Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepada kalian, dan di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang terhalang (dari kebaikannya), maka sungguh ia telah terhalang dari seluruh kebaikan. Dan tidaklah terhalang dari kebaikannya kecuali orang yang benar-benar merugi (HR Ibnu Majah)

Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a. ini bukan sekadar pemberitahuan rutin tentang datangnya bulan Ramadhan, melainkan sebuah peringatan sekaligus motivasi yang luar biasa. Rasulullah ﷺ menekankan satu titik sentral dalam bulan suci ini adalah tibanya Lailatul Qadr.

Pernyataan bahwa malam ini “lebih baik dari seribu bulan” secara matematis setara dengan lebih dari 83 tahun. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah SWT kepada umat Nabi Muhammad ﷺ yang secara rata-rata memiliki umur lebih pendek dibanding umat-umat terdahulu. Dengan satu malam, seorang mukmin bisa melampaui capaian ibadah seumur hidup manusia biasa. Secara opini, ini adalah “akselerasi pahala” yang tidak boleh dilewatkan oleh siapa pun yang berakal sehat.

Poin paling menggetarkan dalam hadits ini adalah kalimat:
“Barangsiapa yang terhalang dari (kebaikan) malam itu, maka sungguh ia telah terhalang dari seluruh kebaikan.” Istilah “Mahrum” di sini sangatlah kuat. Ia merujuk pada seseorang yang benar-benar merugi. Bayangkan, sebuah toko memberikan diskon 100% atau bagi-bagi hadiah gratis dalam satu malam, namun seseorang memilih untuk tidur atau sibuk dengan hal remeh. Itulah gambaran orang yang terhalang dari Lailatul Qadr. Kerugiannya bukan hanya kehilangan “bonus”, tapi kehilangan esensi kebaikan itu sendiri.

Hadits ini mengajak kita mengubah paradigma. Ramadhan jangan hanya dipandang sebagai bulan menahan lapar, tapi sebagai musim perburuan. Jika kita tahu bahwa ada satu malam yang bisa menghapus dosa masa lalu dan memberikan pahala puluhan tahun, maka sepuluh malam terakhir seharusnya menjadi masa paling sibuk bagi seorang Muslim, bukan malah sibuk dengan persiapan mudik atau belanja yang berlebihan.

Lailatul Qadr adalah ujian kesungguhan. Allah SWT menyembunyikan tanggal pastinya agar kita terus berproses dan mencari. Pesan Rasulullah ﷺ sangat jelas, pilihannya hanya dua, menjadi pemenang yang mendapatkan kebaikan yang besar, atau menjadi orang yang benar-benar merugi (Mahrum) karena kelalaiannya sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *