Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 2, 2026
Daerah Nasional

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Ajak LDII Perkuat Ketahanan Nasional Lewat Jalur Budaya

  • April 1, 2026
  • 2 min read
  • 32 Views
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Ajak LDII Perkuat Ketahanan Nasional Lewat Jalur Budaya

Jakarta (1/4). Menjelang perhelatan akbar Musyawarah Nasional (Munas) X LDII, jajaran DPP LDII melakukan audiensi strategis dengan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada Senin (31/3). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan peran ormas Islam dalam melestarikan kekayaan budaya nasional di tengah derasnya arus globalisasi.

Dalam audiensi tersebut, DPP LDII memaparkan berbagai program unggulan di bidang pendidikan karakter dan mengundang secara resmi Menteri Fadli Zon untuk menjadi narasumber kunci pada Munas X yang dijadwalkan berlangsung 7-9 April mendatang.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyambut hangat inisiatif LDII dan menekankan bahwa kemajuan kebudayaan nasional membutuhkan keterlibatan aktif semua unsur masyarakat.

“Kementerian Kebudayaan berharap semua institusi dapat memajukan kebudayaan nasional secara bersama-sama, termasuk ormas seperti LDII. LDII memiliki jejaring pendidikan yang luas, mulai dari pondok pesantren hingga perguruan tinggi. Kami membutuhkan kolaborasi ini untuk menjaga identitas bangsa Indonesia,” tegas Fadli Zon.

Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso, menjelaskan bahwa tema Munas tahun ini berfokus pada penguatan daya tahan nasional menghadapi tantangan global, baik dari sisi geopolitik maupun geoekonomi.

“Ketahanan yang kami maksud mencakup aspek pangan, energi, mental, hingga kebangsaan. Salah satu pilar utamanya adalah membangun ketahanan moral melalui kebudayaan. Itulah alasan kami menghadirkan Menteri Kebudayaan sebagai narasumber,” ujar KH Chriswanto.

DPP LDII beraudiensi dengan Kementerian Kebudayaan Fadli Zon pada Senin (31/3). Foto: LINES.

Menanggapi arahan Menteri Kebudayaan dan persiapan Munas X, Ketua DPD LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menyatakan kesiapan daerah untuk menerjemahkan visi pusat ke dalam kegiatan di tingkat lokal. Menurutnya, Kota Kediri sebagai kota santri sekaligus kota budaya memiliki potensi besar untuk menjadi laboratorium pelestarian budaya luhur.

“Kami di daerah menyambut antusias arahan Bapak Menteri Fadli Zon. Bagi kami di LDII Kota Kediri, kebudayaan bukan sekadar kesenian, melainkan budi pekerti dan etos kerja yang berlandaskan nilai-nilai luhur agama. Melalui momentum Munas X ini, kami berkomitmen untuk semakin mengintegrasikan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal di seluruh pondok pesantren dan sekolah di bawah naungan LDII Kota Kediri. Kami ingin santri-santri kita tidak hanya alim secara agama, tetapi juga bangga dan mampu menjaga marwah kebudayaan Indonesia sebagai benteng dari degradasi moral global,” ungkap H. Agung Riyanto.

Dalam pertemuan tersebut, KH Chriswanto Santoso didampingi oleh sejumlah tokoh kunci LDII, antara lain Ketua DPP Singgih Tri Sulistyono, Sekretaris Wahjoe Setiono, Ketua Dept. OKK Tri Gunawan Hadi, serta anggota Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan, Netti Herawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *