Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 22, 2026
Daerah Dakwah

Pengajian Akbar Pemuda LDII Kediri Tanamkan Nilai Ketaatan dan Keikhlasan dalam Berqurban

  • May 17, 2026
  • 3 min read
  • 35 Views
Pengajian Akbar Pemuda LDII Kediri Tanamkan Nilai Ketaatan dan Keikhlasan dalam Berqurban

Kediri (17/5). Dorong generasi muda yang religius dan semangat dalam melaksanakan ibadah qurban, Pemuda LDII Kota Kediri menggelar Pengajian Akbar pada Minggu (17/5) di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin, Kota Kediri.

Kegiatan yang diikuti ribuan pemuda LDII Kediri tersebut mengangkat tema “Membangun Pemuda Berkarakter Luhur melalui Semangat Qurban dan Literasi Media Sosial”. Hadir dua pemateri dengan materi keagamaan dan literasi media sosial yang relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini.

Pada sesi pertama, Ustaz Amiludin Rofik menyampaikan kajian Al-Qur’an tentang kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang termaktub dalam Q.S. Asy-Shaffat ayat 102.

“Wahai anakku, Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Lalu bagaimana pendapatmu? Ismail menjawab, ‘Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu. Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar,’” kutipnya.

Melalui ayat tersebut, Ustaz Rofik menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim tetap mengedepankan musyawarah dan komunikasi kepada putranya sebelum melaksanakan perintah Allah SWT. Menurutnya, hal tersebut menjadi teladan penting dalam membangun hubungan keluarga yang harmonis dan penuh penghormatan.

“Dari kisah itu kita belajar bahwa sebesar apa pun kedudukan seseorang, tidak boleh bertindak semena-mena. Musyawarah dan komunikasi tetap penting agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa kesabaran, ketabahan, dan ketaatan Nabi Ibrahim serta Nabi Ismail menjadi contoh akhlak mulia yang diabadikan Allah SWT dalam Al-Qur’an. Dari peristiwa tersebut pula lahir syariat ibadah qurban yang hingga kini terus dijalankan umat Islam.

Selain itu, Ustaz Rofik mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memperbaiki diri agar mampu melahirkan generasi yang saleh dan salehah.

“Orang tua harus menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya, karena generasi yang baik lahir dari pendidikan dan keteladanan yang baik pula,” jelasnya.

Ribuan peserta pada Pengajian Akbar Pemuda LDII Kediri, Minggu (17/5)
Ribuan peserta pada Pengajian Akbar Pemuda LDII Kediri, Minggu (17/5)

Sementara itu, Wakil Sekretaris DPD LDII Kota Kediri, Yuda Langgeng, menyampaikan materi tentang pentingnya bijak bermedia sosial di tengah derasnya arus informasi digital.

Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya menjaga ucapan dan pemilihan kata ketika berinteraksi di media sosial. Menurutnya, etika dalam komunikasi digital tetap harus dijaga sebagaimana ketika berinteraksi secara langsung.

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah berkata baik atau diam,” ujarnya mengutip hadis Nabi Muhammad SAW.

Yuda juga mengingatkan peserta agar tidak menyebarkan ujaran kebencian maupun merendahkan orang lain di media sosial. Menurutnya, fenomena saling menghina dan menjatuhkan saat ini dapat merusak persaudaraan serta memicu perpecahan di masyarakat.

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mencela kaum yang lain, barangkali mereka yang dicela lebih baik daripada mereka yang mencela,” kutipnya dari Q.S. Al-Hujurat ayat 11.

Selain itu, peserta juga diajak membiasakan tabayun atau melakukan pengecekan informasi sebelum menyebarkannya. Hal tersebut dinilai penting untuk menghindari penyebaran hoaks maupun fitnah yang dapat merugikan banyak pihak.

“Perkembangan media sosial saat ini membuat informasi sangat mudah tersebar tanpa proses verifikasi yang jelas, sehingga generasi muda harus lebih selektif dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *