Kolaborasi PAC LDII Mrican dan Dermo Semarakkan HUT RI ke-81 Lewat Kerja Bakti Nasional
Kediri (16/8). Semangat Hari Kemerdekaan diwujudkan melalui kolaborasi antara PAC LDII Mrican dan PAC LDII Dermo melalui Kerja Bakti Nasional bertajuk “Kerja Bersama Bakti Untuk Negeri” di lingkungan Masjid Baitul Makmur, Kediri, pada Minggu (16/8).
Kegiatan Kerja Bakti Nasional menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus bentuk melestarikan semangat gotong royong dan kebersamaan di antara warga.
Warga LDII dari kedua PAC bahu-membahu membersihkan dan menata lingkungan Masjid Baitul Makmur. Mulai dari menyapu halaman, membersihkan selokan, hingga menata fasilitas masjid, semuanya dikerjakan bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah.
Ketua PAC LDII Mrican, H. Ismail, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali kebersamaan antarwarga yang dalam keseharian mungkin jarang bertemu dalam satu kegiatan yang sama.
“Kerja bakti seperti ini mengajarkan kita bahwa hal-hal sederhana, kalau dikerjakan bersama-sama, bisa menjadi sesuatu yang bermakna. Inilah salah satu cara kita mengisi kemerdekaan dengan tindakan yang membawa manfaat bagi lingkungan,” ujar H. Ismail.

Senada, Ketua PAC LDII Dermo, M. Safuan Fauzi, menilai kolaborasi dua PAC dalam satu kegiatan ini menjadi bukti bahwa gotong royong masih hidup di tengah masyarakat. Baginya, justru di momen kemerdekaan seperti inilah semangat kebersamaan itu bisa terus dikuatkan.
“Kalau kita mau bergerak bersama-sama, tidak ada yang berat. Semangat gotong royong inilah yang dulu juga jadi senjata para pendahulu kita. Kita tinggal meneruskannya dalam bentuk yang berbeda,” ujar M. Safuan Fauzi.
Keduanya sepakat bahwa semangat “Kerja Bersama Bakti Untuk Negeri” tidak boleh berhenti pada satu hari kegiatan. Nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan rasa tanggung jawab terhadap lingkungan diharapkan terus terbawa dalam kehidupan sehari-hari, jauh setelah momen peringatan kemerdekaan berlalu.
