Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
August 23, 2026
Daerah Nasional

Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa, Pemuda LDII Kota Kediri Ramaikan Kirab HUT ke-81 RI

  • August 16, 2026
  • 3 min read
  • 37 Views
Bentangkan Bendera Merah Putih Raksasa, Pemuda LDII Kota Kediri Ramaikan Kirab HUT ke-81 RI

Kediri (16/8). Pemuda LDII Kota Kediri turut ambil bagian dalam acara Kirab Merah Putih dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (16/8). Agenda tahunan tersebut dilepas dari Kantor Balai Kota Kediri dan berakhir di Kawasan Selomangleng, Gunung Klotok Kediri.

Sebanyak 1.147 peserta memeriahkan kirab tahun ini, terdiri dari jajaran Forkopimda Kota Kediri, unsur TNI dan Polri, berbagai organisasi kepemudaan, pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum yang bersama-sama mengibarkan bendera merah putih sepanjang rute kirab.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam kesempatan tersebut menyampaikan kirab ini bukan sekadar perayaan, melainkan momen untuk kembali merenungkan besarnya pengorbanan para pahlawan yang telah mempertaruhkan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.

“Jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah berhenti berkarya, berinovasi, serta memberikan manfaat, khususnya bagi masyarakat Kota Kediri,” kata Vinanda.

Menurutnya, perjuangan tidak berhenti ketika kemerdekaan berhasil diraih. Justru di sinilah tugas generasi masa kini dimulai, yakni mengisi kemerdekaan melalui karya, inovasi, dan kontribusi.

“Antusiasme generasi muda yang hadir dalam kirab menjadi pertanda bahwa semangat persatuan masih hidup dan diharapkan tidak hanya berhenti pada momen seremonial, tetapi terus mengalir menjadi energi positif bagi kemajuan Kota Kediri,” ujarnya.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati bersama jajaran Forkopimda, dalam acara Kirab Merah Putih, Minggu (16/8).

Sementara itu, Ketua Pemuda LDII Kota Kediri, Yuda Langgeng Asadullah, menyampaikan kegiatan Kirab Merah Putih bersama ribuan peserta adalah salah satu cara untuk menghormati setiap tetes darah yang pernah ditumpahkan para pahlawan bangsa.

“Para pahlawan dulu berjuang dengan mempertaruhkan nyawa. Kita hari ini cukup diminta untuk hadir, untuk tetap bersatu, dan untuk tidak melupakan dari mana kita berasal. Nasionalisme bukan hanya soal upacara setahun sekali, tapi soal bagaimana kita menjaga nilai-nilai persatuan itu dalam keseharian kita,” ujar Yuda Langgeng.

Ia juga berharap, keikutsertaan Pemuda LDII dalam momen seperti ini menjadi pengingat bahwa Islam dan nasionalisme bukan dua hal yang bertentangan. Mencintai tanah air, menjaga persatuan, dan berkontribusi untuk masyarakat adalah bagian dari pengamalan nilai-nilai keislaman itu sendiri.

“Pemuda LDII hadir di sini bukan hanya karena diundang, tapi karena memang ini bagian dari tanggung jawab kita sebagai warga negara sekaligus umat Islam. Salah satu wujud cinta tanah air ya seperti ini, berbaur, dan merayakan kemerdekaan bersama,” tambahnya.

Senada dengan itu, Sekretaris LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, mengaku merasakan sesuatu yang berbeda ketika berjalan bersama ribuan warga dalam kirab ini. Menurutnya, momen seperti inilah yang mengingatkan bahwa di balik perbedaan latar belakang, semua orang bisa melangkah dalam satu barisan dengan tujuan yang sama.

“Kita ini dari berbagai organisasi, berbagai komunitas, tapi bisa jalan bareng satu rute dengan satu bendera yang sama. Itu yang menurut saya paling bermakna,” ujarnya.

Ia melanjutkan, Indonesia telah melewati berbagai ujian sejarah, dan fakta bahwa bangsa ini masih berdiri bersatu adalah sesuatu yang tidak boleh dianggap remeh oleh generasi muda.

“Kita lahir sudah merdeka, tidak merasakan penjajahan. Tapi justru karena itu kita harus lebih sadar untuk menjaganya. Jangan sampai kita yang tidak pernah berjuang malah yang merusaknya, sekecil apa pun itu,” pungkas Asyhari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *