Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
October 22, 2026
Daerah Nasional

Hari Santri 2026, Pemuda LDII Kota Kediri Dorong Santri Adaptif dan Berdampak

  • October 22, 2026
  • 3 min read
  • 7 Views
Hari Santri 2026, Pemuda LDII Kota Kediri Dorong Santri Adaptif dan Berdampak

Kediri (22/10). Pemuda LDII Kota Kediri mendorong para santri menjadi pemuda yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus berdampak positif bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan Ketua Pemuda LDII Kota Kediri, Yuda Langgeng Asadullah, dalam peringatan Hari Santri 2026 di Uniska Center, Kota Kediri, Kamis (22/10), yang diikuti 25 perwakilan Pemuda LDII Kota Kediri.

Apel bertema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” tersebut diikuti para santri, mahasiswa, unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, dan berbagai elemen masyarakat lainnya. Selain itu, apel juga diisi dengan pembacaan Resolusi Jihad dan Ikrar Santri sebagai pengingat atas peran ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan.

Wakil Wali Kota Kediri, K.H. Qowimuddin Thoha (Gus Qowim), menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Kediri mendorong para santri untuk terus meningkatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, semua itu perlu berjalan seiring dengan penguatan akhlak, nilai keagamaan, dan semangat kebangsaan sebagai bekal menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.

“Selaras dengan tema Hari Santri tahun ini, kami berharap para santri dapat berkembang menjadi generasi yang menguasai ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan, menjunjung tinggi akhlak, serta tetap berpegang pada semangat kebangsaan,” ujar Gus Qowim.

Ia mengingatkan, kontribusi ulama dan santri dalam perjuangan bangsa merupakan bagian penting dari sejarah Indonesia. Semangat cinta tanah air dan persatuan yang diwariskan para pendahulu, kata dia, harus terus dijaga di tengah keberagaman masyarakat, dengan sikap saling menghormati, toleransi, dan kerukunan sebagai landasan pembangunan Kota Kediri.

“Santri harus memperluas wawasan dan berani mempelajari hal-hal baru. Kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan, namun perlu disertai kecermatan dalam menyaring informasi di media sosial agar santri tidak mudah terpengaruh provokasi maupun kabar yang belum terverifikasi,” pungkas Gus Qowim.

Ketua Pemuda LDII Kota Kediri, Yuda Langgeng Asadullah, yang turut hadir mendampingi para peserta, memandang Hari Santri sebagai momentum untuk bercermin. Menurutnya, ukuran seorang santri tidak berhenti pada seberapa rapi barisannya saat apel, tetapi pada seberapa besar ia mampu menjadi solusi bagi lingkungannya di hari-hari biasa.

“Seorang santri yang sesungguhnya adalah ia yang tidak hanya bisa tertib dan rapi ketika berbaris, tapi yang juga bisa tertib dan berkontribusi ketika sudah terjun di tengah masyarakat nanti,” ujar Yuda Langgeng.

Ia menambahkan, tantangan santri kini jauh berbeda dari generasi sebelumnya. Santri tidak cukup hanya fasih membaca kitab, tetapi juga perlu cakap membaca zaman, mulai dari memahami teknologi dan kecerdasan buatan hingga mampu membedakan informasi yang benar dari yang menyesatkan.

“Dulu santri berjuang mengusir penjajah dengan fisik. Hari ini penjajahnya lebih halus, yaitu informasi hoaks, kemalasan berpikir, dan ketergantungan pada layar. Santri yang kuat adalah yang mengaji dengan khusyuk, sekaligus tidak gagap menghadapi dunia digital,” tegas Yuda Langgeng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *