Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
October 22, 2026
Daerah Dakwah

Perkuat Pemahaman Agama, Pengajian Akbar Pemuda LDII Kota Kediri Ingatkan Bahaya Tipu Daya Setan

  • October 19, 2026
  • 2 min read
  • 42 Views
Perkuat Pemahaman Agama, Pengajian Akbar Pemuda LDII Kota Kediri Ingatkan Bahaya Tipu Daya Setan

Kediri (18/10). Penguatan karakter pemuda yang berdasarkan Al-Qur’an dan pentingnya kewaspadaan terhadap tipu daya setan menjadi fokus pembahasan dalam Pengajian Akbar Pemuda LDII Kota Kediri, yang bertempat di Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin, Kota Kediri, pada Minggu (18/10).

Pada pengajian tersebut terdapat dua tema yang saling berkaitan yaitu pentingnya memiliki karakter berdasarkan Al-Qur’an sebagai bekal persiapan menuju kehidupan rumah tangga, sekaligus kewaspadaan terhadap tipu daya setan yang kerap menggelincirkan tanpa disadari.

Ustaz Jarir, pada materi Al-Qur’an membawakan kajian Surah Al-Furqan ayat 67–77 yang menggambarkan karakter Ibadurrahman yaitu hamba-hamba Allah ﷻ Yang Maha Pengasih.

Ia menjelaskan, rangkaian ayat tersebut memuat sifat-sifat mulia yang seharusnya menjadi cermin bagi setiap muslim, mulai dari kesederhanaan dalam bersikap, menjaga diri dari perbuatan dosa, hingga doa agar dikaruniai keluarga dan keturunan yang menyejukkan hati.

“Menjadi hamba Allah ﷻ yang baik tidak cukup hanya dengan mengetahui perintah dan larangan-Nya, tetapi juga harus berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari serta menjaga akhlak,” jelas Ustaz Jarir.

Menurutnya, karakter ibadurrahman yang tertuang dalam ayat-ayat tersebut bukan sekadar gambaran ideal, melainkan pedoman yang bisa diterapkan pemuda dalam keseharian, baik dalam bertutur kata, berperilaku, maupun dalam membangun hubungan dengan sesama.

Suasana Pengajian Akbar Pemuda LDII Kota Kediri. Foto: LINES

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Ustaz Supriyanto mengingatkan peserta untuk tidak meremehkan pelanggaran-pelanggaran kecil dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa tipu daya setan bekerja secara bertahap, dimulai dari hal yang tampak sepele hingga perlahan menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan.

“Kita harus waspada terhadap tipu daya setan dengan terus memahamkan agama. Pelanggaran besar bisa dimulai dari pelanggaran kecil yang diremehkan,” tegasnya.

Ustaz Supriyanto juga menyampaikan nasihat tentang pernikahan melalui konsep 3M, yaitu memperbanyak doa, memperbaiki diri, dan mempersiapkan kemandirian. Ketiganya ia sebut sebagai pondasi yang harus dibangun jauh sebelum seseorang memutuskan untuk memasuki kehidupan berumah tangga.

“Kami berharap para pemuda tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, memperbaiki diri, dan mempersiapkan kemandirian agar kelak mampu membangun keluarga yang harmonis sesuai tuntunan agama,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *