Wujudkan Pemimpin Visioner dan Berkarakter, Pemuda LDII Kota Kediri Ikuti Latihan Dasar Kepemimpinan
Pemuda LDII Kota Kediri mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang digelar DPD KNPI Kota Kediri di Gedung Pertemuan Kecamatan Pesantren, Selasa (23/12)
Kediri (23/12). Pemuda LDII Kota Kediri turut berpartisipasi dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang diselenggarakan DPD KNPI Kota Kediri, Selasa (23/12). Kegiatan LDK menjadi sarana pembekalan kepemimpinan bagi generasi muda agar memiliki karakter yang unggul, serta kesiapan menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan politik di masa depan.
Kegiatan bertema “Membentuk Pemimpin Visioner dan Berkarakter Unggul” ini berlangsung di Gedung Pertemuan Kantor Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, dan diikuti oleh pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan (OKP) se-Kota Kediri. Melalui forum ini, peserta didorong untuk memahami peran strategis pemuda sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Pemuda pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Aris, dalam sambutanya menilai kegiatan pembinaan pemuda seperti ini sangat strategis dalam upaya menyiapkan calon pemimpin masa depan yang memiliki visi dan karakter kuat.
“Salah satu tips agar pemuda bisa menjadi pemimpin visioner adalah dengan membuat peta hidup jangka panjang. Tuliskan secara detail target-target yang ingin dicapai ke depan, sehingga hidup memiliki arah dan tujuan yang jelas,” tambahnya.
Ketua DPD KNPI Kota Kediri, Munjidul Ibad, menegaskan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks dibandingkan masa sebelumnya. Ia menilai, kepemimpinan tidak cukup hanya ditopang oleh kemampuan berbicara atau popularitas, melainkan harus dibuktikan melalui kontribusi yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap pemuda memiliki bekal untuk tumbuh menjadi pemimpin yang berintegritas, mampu menghadirkan solusi, dan berkontribusi bagi bangsa, setidaknya di lingkungan terdekat. Kepemimpinan sejati bukan soal retorika, tetapi diwujudkan lewat tindakan,” ungkapnya.
Aktivis yang kerap disapa Bung Ibad itu juga menekankan pentingnya keseimbangan antara literasi teknologi dan kepekaan sosial di era digital. Menurutnya, berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah daerah menjadi pengingat bahwa pemuda harus hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan kemanusiaan, bukan sekadar penonton.

“DPD KNPI Kota Kediri menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang. Pertama ada praktisi hukum dan pendidikan Yudi Ayubchan mengulas keterkaitan antara politik, hukum, dan kepemimpinan, sementara Sudirman, seorang entrepreneur, memberikan pembekalan mengenai pentingnya kemandirian ekonomi serta pemanfaatan media sosial,” terang Bung Ibad.
Yudi Ayubchan, tokoh pemuda dan politik Kota Kediri dalam materinya menyoroti besarnya peran dan kontribusi para pemuda dalam sejarah bangsa yang hasilnya terasa hingga kini.
“Sejarah lahirnya NKRI tidak lepas dari peran pemuda, salah satunya melalui peristiwa Sumpah Pemuda. Namun saat ini, keterwakilan pemuda di DPR RI masih sangat kecil, hanya sekitar 4,3 persen yang berusia di bawah 30 tahun,” ungkap Yudi.
Ia menambahkan meskipun secara representasi masih rendah, peran pemuda dalam proses politik justru sangat besar. Saat ini di Indonesia, pemuda memiliki pengaruh yang luar biasa dalam dunia politik nasional.
“Dalam proses politik dan pemilihan, sekitar 40 hingga 50 persen diisi oleh tokoh-tokoh muda. Pertanyaannya, apakah kita ingin menjadi pemain yang membawa inovasi bagi masyarakat, atau hanya menjadi alat politik semata,” tegasnya.
Menurut Yudi, jika pemuda ingin menjadi agent of change, maka keterlibatan dalam dunia politik dan kebijakan publik menjadi hal yang tidak terelakkan. Pemuda memiliki posisi strategis sebagai representasi aspirasi masyarakat sekaligus inovator kebijakan.
“Pemuda harus berani tampil sebagai pembawa solusi, baik di bidang teknologi, lingkungan, ekonomi kreatif, maupun transparansi digital,” katanya.
Ia juga membagikan sejumlah strategi agar pemuda sukses menjadi pemimpin, khususnya di ranah sosial dan politik. Pemuda harus membangun kompetensi dengan menguasai isu spesifik seperti UMKM digital, pendidikan, atau energi terbarukan. Perluas jaringan, bangun koalisi, serta aktif menyampaikan gagasan, riset, dan opini di forum publik.
Salah satu peserta LDK, Yuda Langgeng Asadullah dari Pemuda LDII Kota Kediri, menilai materi yang disajikan dalam kegiatan tersebut sangat sesuai dengan realitas serta tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini.
Pemuda asal Kota Kediri itu berpandangan bahwa pembentukan karakter unggul merupakan pondasi utama sebelum seseorang terjun ke berbagai bidang kehidupan, ibarat sebuah rumah bila pondasinya kuat, maka rumah tersebut tidak akan gampang roboh.
“Karakter unggul juga menjadi nilai mendasar yang harus dimiliki oleh setiap pemuda. Baik ketika nantinya berkecimpung di dunia usaha maupun di ranah politik, karakter tersebut akan menjadi bekal yang sangat penting,” ungkap Yuda.
Ia menambahkan, generasi muda tidak cukup hanya dibekali keterampilan teknis atau kemampuan akademik semata. Integritas, etika, serta kepribadian yang kuat juga diperlukan agar mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Menurutnya, karakter yang kokoh harus berjalan beriringan dengan visi hidup yang jelas.
Pandangan tersebut sejalan dengan pesan yang disampaikan pemateri Yudi Ayubchan, yang menegaskan bahwa perencanaan masa depan akan lebih mudah direalisasikan apabila pemuda memiliki visi yang matang serta arah tujuan yang jelas sejak dini.
“Saya mengutip pesan dari pemateri, beliau menekankan bahwa memiliki visi yang baik merupakan kunci agar rencana masa depan menjadi lebih terarah dan lebih mudah diwujudkan,” tutup Yuda.
