Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 3, 2026
Daerah

Satu Visi dengan LDII, Ketua Ponpes Wali Barokah Komitmen Perluas Program Kampung Iklim (ProKlim)

  • December 28, 2025
  • 2 min read
  • 33 Views
Satu Visi dengan LDII, Ketua Ponpes Wali Barokah Komitmen Perluas Program Kampung Iklim (ProKlim)

Kediri (27/12). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga pelopor pelestarian lingkungan. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto, saat memberikan keterangan dalam Seminar Lingkungan Hidup LDII yang digelar di Ponpes Wali Barokah, pada Sabtu (27/12).

KH Sunarto menyampaikan bahwa kesuksesan program lingkungan di pesantrennya merupakan hasil sinergi yang kuat antara instruksi DPP LDII, bimbingan pemerintah daerah, dan kesadaran internal pengurus. Ia menyebut hubungan antara pihak pesantren dan DPD LDII Kota Kediri adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

“Kami bersyukur bisa memfasilitasi kegiatan rangkaian Musda VII ini. Antara kami dengan DPD LDII ibarat dua sisi mata uang yang memiliki visi misi yang sama dalam memperkuat program prioritas, terutama dalam mencetak santri yang berwawasan lingkungan,” ujar KH Sunarto.
Perluasan Program Kampung Iklim (ProKlim)

Keberhasilan Wali Barokah dalam meraih penghargaan Eco-Pesantren tidak membuat pihak pesantren berpuas diri. KH Sunarto berkomitmen untuk memperluas jangkauan manfaat program lingkungan tersebut agar tidak berhenti di dalam “tembok” pesantren saja, melainkan menjangkau warga sekitar melalui Program Kampung Iklim (ProKlim).

“Kami ingin manfaat ini meluap keluar. Sebagaimana layanan Posyandu kami yang selama ini sudah melayani warga di tingkat RT dan RW sekitar, program lingkungan dan ProKlim ini nantinya juga akan melibatkan Lurah serta perangkat kelurahan setempat agar dampaknya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.

Dalam seminar yang diikuti sekitar 500 santri ini, KH Sunarto menekankan tiga poin utama yang ingin dicapai, pertama Edukasi Isu Global, yakni Memberikan pemahaman kepada santri mengenai tantangan perubahan iklim dan krisis pangan dunia.

“Kedua, Kemandirian, yakni Mendorong pesantren agar mampu mengelola sumber daya secara mandiri dan berkelanjutan. Ketiga, aksi Nyata Menjadikan santri sebagai garda depan pelestarian alam yang berbasis pada nilai-nilai agama” ss

Menurut KH Sunarto, pembinaan intensif dari pusat telah berhasil mengubah pola pikir (mindset) pengelolaan pesantren menjadi lebih modern dan ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan 8 Klaster Pengabdian LDII untuk Bangsa, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan lingkungan hidup.

“Harapan kami, koordinasi yang baik dengan pemerintah tingkat kelurahan akan membuat program-program LDII saling melengkapi dengan kebutuhan masyarakat, sehingga terwujud tatanan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *