LDII Lakukan Pengamatan Hilal di Wonosalam, Hilal Tak Terlihat Akibat Cuaca Berawan
Wonosalam (19/1) – LDII Kota Kediri melaksanakan pengamatan hilal pada Senin, tanggal 19 Januari 2026, bertempat di kawasan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya LDII dalam memastikan penentuan awal bulan Hijriah melalui metode rukyatul hilal yang dilakukan secara langsung di lapangan.
Pengamatan hilal tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pondok Pesantren Wali Barokah serta perwakilan LDII Jombang. Sinergi antarwilayah ini mencerminkan komitmen LDII dalam menjaga keseragaman penentuan waktu ibadah, sekaligus memperkuat kerja sama antarwarga dan lembaga pendidikan Islam di tingkat regional.
Kegiatan dimulai sekitar pukul lima sore waktu setempat. Sejak sore hari, para pengamat telah bersiap dengan sejumlah peralatan optik untuk memantau ufuk barat sebagai titik potensial munculnya hilal. Proses pengamatan berlangsung dengan penuh ketelitian dan kehati-hatian, sejalan dengan prinsip LDII yang mengedepankan pendekatan ilmiah dan syariat dalam penentuan kalender Islam.
Hingga waktu matahari terbenam dan memasuki magrib, sekitar pukul 6 sore, hilal tidak berhasil teramati. Kondisi cuaca di wilayah Wonosalam yang didominasi awan tebal menjadi faktor utama yang menghambat visibilitas. Meski demikian, seluruh rangkaian pengamatan tetap dilaksanakan sesuai prosedur hingga batas waktu yang telah ditetapkan.
LDII Kota Kediri menyampaikan bahwa hasil pengamatan, baik terlihat maupun tidak terlihatnya hilal, tetap memiliki nilai penting. Data hasil rukyat tersebut akan disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan awal bulan Hijriah, bersanding dengan perhitungan hisab yang telah dilakukan sebelumnya. Langkah ini mencerminkan sikap kehati-hatian LDII dalam mengambil keputusan keagamaan.
Melalui kegiatan pengamatan hilal ini, LDII menegaskan konsistensinya dalam menjaga tradisi keislaman yang moderat, akurat, dan bertanggung jawab. Meski hilal tidak terlihat akibat faktor cuaca, pelaksanaan rukyat tetap menjadi bagian penting dari proses penentuan kalender Islam. LDII berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk kontribusi nyata dalam menjaga ketertiban dan kesatuan umat.
