Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 21, 2026
Daerah Dakwah Pesantren

LDII Kota Kediri Bekali Santri Ponpes Wali Barokah Strategi Wujudkan Lima Sukses Ramadan

  • February 27, 2026
  • 3 min read
  • 35 Views
LDII Kota Kediri Bekali Santri Ponpes Wali Barokah Strategi Wujudkan Lima Sukses Ramadan

Kediri (27/2). Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 H, Ponpes Wali Barokah Kota Kediri terus memperkuat pembinaan karakter para santrinya. Sekretaris LDII Kota Kediri, Ust. Asyhari Eko Prayitno, memberikan tausiyah di hadapan ribuan santri mengenai strategi meraih lima sukses ramadan, pada Jumat (27/2).

Terkait pelaksanaan ibadah di bulan suci ini, Ust. Asyhari, yang juga Humas Ponpes Wali Barokah membahas program utama yang dikenal sebagai Lima Sukses Ramadan. Fokus pertama adalah sukses puasa, di mana beliau mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar.

“Jangan sampai puasa kita hanya mendapatkan lapar dan haus saja. Hal itu terjadi jika kita tidak menjaga lisan, masih ghibah, atau melakukan perbuatan yang mengurangi pahala puasa. Kuncinya adalah niat karena Allah,” tegasnya.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW, “Kadang-kadang orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan haus. Itu karena tidak bisa menjaga lisan dan sikap saat puasa ramadan,” jelasnya.

LDII Kota Kediri Bekali Santri Ponpes Wali Barokah Strategi Wujudkan Lima Sukses Ramadan
LDII Kota Kediri Bekali Santri Ponpes Wali Barokah Strategi Wujudkan Lima Sukses Ramadan

Selanjutnya, ia mendorong sukses membaca Al-Qur’an dengan target tadarus minimal satu hari satu juz agar mencapai khatam sempurna di akhir bulan. Ust. Asyhari memotivasi bahwa setiap huruf yang dibaca merupakan ladang kebaikan yang dilipatgandakan.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf’,” jelasnya.

Selain tadarus, sukses salat tarawih juga menjadi penekanan. Menurutnya, salat tarawih hanya ada di bulan Ramadan, maka usahakan jangan sampai terlewat untuk menghidupkan malam-malam penuh ampunan ini.

“Barang siapa yang berdiri ibadah pada Bulan Ramadan karena iman dan niat mencari pahala, maka dosa-dosnya diampuni. Dengan adanya hadits tersebut menunjukkan betapa besarnya pahala salat sunah di Bulan Ramadan, maka supaya kita sempatkan,” ujarnya.

Memasuki fase akhir bulan suci, Ust. Asyhari mengajak santri untuk sukses meraih Lailatul Qadar melalui peningkatan ibadah dan i’tikaf, terutama pada sepuluh malam terakhir.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang berdiri ibadah pada malam lailatul qadr karena iman dan niat mencari pahala, maka dosa-dosnya diampuni. Sehingga kita semangatkan ibadah di malam lailatul qadr untuk meraih lipatan pahalanya sebanding dengan ibadah 1000 bulan,” ungkapnya.

Selanjutnya, sukses zakat fitrah menjadi poin penutup yang wajib ditunaikan tepat Waktu sebelum salat idul fitri dilaksanakan. Ia menjelaskan bahwa zakat fitrah berupa makanan pokok ini berfungsi sebagai pembersih dosa bagi orang yang berpuasa.

“Sahabat Ibn Umar pernah mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah sebanyak satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas budak maupun orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun orang dewasa dari kaum Muslimin. Dan ia memerintahkan agar zakat tersebut ditunaikan sebelum orang-orang keluar menuju shalat (Idul Fitri). Maka Zakat Fitrah wajib ditunaikan,” tegasnya.

Menutup tausiyahnya, ia berharap agar seluruh santri diberikan kekuatan untuk meraih kelima kesuksesan tersebut. “Mudah-mudahan kita semua diberi kemampuan untuk meraih lima sukses di bulan Ramadan, dan semoga kesuksesan itu bisa kita lanjutkan secara istiqomah setelah Ramadan berakhir,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *