Pascamunas X 2026, DPP LDII Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan Melalui Audiensi dengan Kemendagri
Pascamunas X 2026, DPP LDII Perkuat Kolaborasi Ketahanan Pangan Melalui Audiensi dengan Kemendagri
Jakarta (16/4). Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, guna memaparkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) X LDII sekaligus memperkuat sinergi dalam program strategis nasional, pada Rabu (15/4).
Dalam pertemuan tersebut, Dirjen Polpum Akmal Malik memberikan apresiasi tinggi terhadap model kontribusi LDII yang tidak hanya fokus pada dakwah lisan (bil qalam), tetapi juga aksi nyata di tengah masyarakat (bil hal).
“Kami sangat mengapresiasi konsep dakwah bil hal LDII yang dampaknya sangat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini adalah kekuatan besar bagi organisasi kemasyarakatan,” ujar Akmal.
Ia mendorong LDII untuk menjadi garda terdepan dalam proyek percontohan pengelolaan lahan produktif, seperti penanaman komoditas jagung, sorgum, dan padi. Akmal menekankan bahwa aksi nyata lebih krusial dibandingkan sekadar nota kesepahaman (MoU). “Kita ingin langsung bergerak. Kerja sama itu yang terpenting adalah niat baik dan implementasi di lapangan,” tegasnya.

Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, mengapresiasi dukungan konstruktif dari Kemendagri. Ia menjelaskan bahwa isu ketahanan pangan dan lingkungan merupakan bagian dari delapan klaster pengabdian LDII untuk bangsa.
“Program seperti urban farming, smart farming, hingga pengelolaan sampah mandiri (zero waste) yang sudah berjalan di berbagai pesantren LDII akan terus kami kembangkan. Tujuannya adalah membekali para santri dengan life skill agar mereka bermanfaat bagi masyarakat luas saat lulus nanti,” jelas Dody.
Menanggapi arahan dari pusat dan Kemendagri, Ketua LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menyatakan kesiapannya untuk menerjemahkan hasil Munas X tersebut ke dalam program kerja nyata di tingkat daerah. Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah daerah sangat penting untuk menjaga kedaulatan pangan dari level terkecil.
“Hasil Munas X ini menjadi mandat bagi kami di daerah untuk semakin masif memperkuat ketahanan pangan. Di Kota Kediri, kami berkomitmen untuk menyinergikan delapan program pengabdian LDII dengan kebijakan pemerintah kota. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga LDII dan masyarakat sekitar memiliki kemandirian pangan, minimal melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan teknologi pertanian perkotaan,” ujar H. Agung Riyanto.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian modern menjadi salah satu fokus utama agar program ini berkelanjutan.
Delapan Klaster Kontribusi untuk Bangsa
“Semoga melalui audiensi ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan LDII semakin solid dalam mewujudkan masyarakat yang produktif dan berdaya saing, terutama dalam menghadapi tantangan pangan global di masa depan,” pungkasnya.
