Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 28, 2026
Daerah Nasional

LDII Sebut Capaian IKT ke-8 Nasional Adalah Hasil Sinergi Pemerintah dan Tokoh Agama di Kota Kediri

  • April 24, 2026
  • 3 min read
  • 20 Views
LDII Sebut Capaian IKT ke-8 Nasional Adalah Hasil Sinergi Pemerintah dan Tokoh Agama di Kota Kediri

Kediri (24/4). Keberhasilan Kota Kediri mempertahankan posisi sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia mendapatkan apresiasi positif dari DPD LDII Kota Kediri. Prestasi ini dinilai sebagai hasil dari sinergi berkelanjutan antara pemerintah, tokoh lintas agama, dan seluruh elemen masyarakat.

Berdasarkan penilaian Indeks Kota Toleran (IKT) 2025 yang dirilis oleh Setara Institute, Kota Kediri konsisten menduduki peringkat ke-8 nasional dengan skor 5,792. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, di Jakarta, pada Rabu (22/4).

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyatakan bahwa stabilitas peringkat ini menunjukkan fondasi toleransi di Kota Kediri relatif stabil di tengah dinamika sosial. “Alhamdulillah, setiap kegiatan keagamaan seluruh unsur agama selalu hadir lengkap. Hal ini menunjukkan kuatnya kebersamaan yang kami miliki,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa meski wilayahnya tidak luas, Kota Kediri kaya akan keberagaman agama dan budaya, bahkan dikenal sebagai Kota Santri karena banyaknya pondok pesantren yang tersebar di wilayahnya.

Menanggapi capaian tersebut, Ketua DPD LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menyatakan rasa bangga dan syukurnya atas penghargaan yang diterima oleh Pemerintah Kota Kediri. Menurutnya, LDII sebagai bagian dari masyarakat Kediri selalu berkomitmen menjadikan nilai-nilai toleransi sebagai landasan dalam berdakwah.

“Kami mengapresiasi atas pencapaian Kota Kediri yang kembali masuk 10 besar Kota Paling Toleran di Indonesia. Bagi kami, peringkat ke-8 ini adalah bukti kedewasaan warga Kota Kediri dalam menyikapi kemajemukan. LDII berkomitmen untuk terus menjadi pilar penjaga kerukunan melalui edukasi kepada warga kami agar selalu menjunjung tinggi sikap moderat dan saling menghormati,” ujarnya.

Menurutnya, pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh komponen masyarakat.

“Alhamdulillah, capaian ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat di Kota Kediri berjalan dengan baik. Toleransi tidak hadir secara instan, tetapi dibangun melalui komunikasi, saling menghormati, dan kebersamaan yang terus dijaga,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa LDII berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai toleransi melalui pembinaan umat dan kegiatan kemasyarakatan.

“Kami di LDII terus mendorong warga untuk mengedepankan sikap rukun, saling menghargai perbedaan, serta aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan,” tambahnya.

LDII Sebut Capaian IKT ke-8 Nasional Adalah Hasil Sinergi Pemerintah dan Tokoh Agama di Kota Kediri
LDII Sebut Capaian IKT ke-8 Nasional Adalah Hasil Sinergi Pemerintah dan Tokoh Agama di Kota Kediri

Sementara itu, Sekretaris DPD LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, menambahkan bahwa stabilitas peringkat ini merupakan hasil dari keterbukaan dialog yang selama ini difasilitasi oleh pemerintah kota melalui FKUB dan ruang-ruang silaturahim lainnya.

“Konsistensi Kota Kediri di peringkat 8 besar nasional menunjukkan bahwa sistem birokrasi dan jajaran kepemimpinan di Kediri memiliki visi yang searah dalam menjaga harmoni. Kami di LDII akan terus mendukung program-program pemerintah melalui penguatan literasi toleransi bagi generasi muda, agar warisan budaya rukun ini tidak tergerus oleh dinamika sosial di masa depan,” jelasnya.

Ia menilai pencapaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan sosial yang harmonis.

“Peringkat ini bukan sekadar prestasi, tetapi juga amanah yang harus dijaga bersama. Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus memperkuat kolaborasi dan menjaga suasana kondusif di Kota Kediri,” ujarnya.

“Prestasi ini patut disyukuri, namun juga menjadi tanggung jawab bersama untuk terus menjaganya. Kami berharap seluruh elemen masyarakat tetap memperkuat komunikasi, menjaga kerukunan, dan menghindari potensi konflik sosial,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan toleransi.

“Generasi muda perlu dilibatkan secara aktif agar nilai-nilai toleransi dapat terus terjaga dan berkembang di masa mendatang,” jelasnya.

“Capaian IKT 2025 ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk terus berkolaborasi dan melakukan inovasi dalam pemajuan toleransi, sehingga visi Kota Kediri untuk naik ke peringkat pertama dapat segera terwujud,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *