Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 28, 2026
Daerah Pendidikan Pesantren

Hadir di Gathering BSI, Ponpes Nurul Huda Al Manshurin Dukung Transformasi Layanan Keuangan Digital

  • April 24, 2026
  • 3 min read
  • 19 Views
Hadir di Gathering BSI, Ponpes Nurul Huda Al Manshurin Dukung Transformasi Layanan Keuangan Digital

Kediri (24/4). Ponpes Nurul Huda Al Manshurin menghadiri undangan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam kegiatan Gathering Sekolah Islam dan Pesantren bertajuk “Langkah Emas Menuju Sekolah Berhaji” yang digelar di Tegowangi Ballroom Grand Surya Kediri, pada Jumat (24/4).

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai lembaga pendidikan Islam dan pondok pesantren di wilayah Kediri sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan syariah sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan sektor perbankan syariah.

Mengusung tema “Langkah Emas Menuju Sekolah Berhaji”, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat literasi keuangan syariah di lingkungan institusi pendidikan Islam serta memperkenalkan inovasi layanan perbankan yang modern dan inklusif.

Manager BSI Area Kediri, Angga Wahyuda Prawiroso, dalam sambutannya menekankan komitmen BSI untuk menjadi mitra strategis bagi pondok pesantren. Ia menyoroti pentingnya peningkatan inklusi produk perbankan syariah di Indonesia yang masih memiliki ruang besar untuk bertumbuh.

“Kami berharap BSI dapat menjadi sahabat finansial, sahabat spiritual, sekaligus sahabat sosial bagi Bapak dan Ibu sekalian. BSI kini hadir sebagai bank syariah yang modern dengan dukungan teknologi informasi yang mumpuni, menghapus stigma bahwa bank syariah itu tradisional. Melalui layanan digital kami, urusan ibadah seperti infak, zakat, hingga perencanaan haji kini jauh lebih mudah dan transparan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa tema “Sekolah Berhaji” diangkat karena saat ini baru sekitar 5,5 juta penduduk Indonesia yang memiliki tabungan haji. BSI ingin memfasilitasi sekolah dan pesantren agar para pengajar serta pengelola memiliki akses informasi dan produk yang memudahkan mereka menuju Baitullah.

Sedangkan, Sekretaris Yayasan Wali Barokah, Alam Lubis, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. Menurutnya, sinergi dengan perbankan syariah sangat penting dalam mendukung tata kelola keuangan yayasan yang lebih profesional dan sesuai syariat.

“Kami mengapresiasi langkah BSI yang proaktif merangkul dunia pesantren. Kerja sama ini bukan sekadar urusan perbankan, melainkan upaya bersama dalam membangun ekosistem ekonomi syariah di lingkungan pendidikan. Inovasi layanan seperti kartu siswa digital dan sistem pembayaran terintegrasi sangat kami butuhkan untuk mendukung modernisasi administrasi di Pondok Wali Barokah,” ungkapnya.

Ia menilai, bahwa kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam mendukung kemandirian lembaga pendidikan.

“Kami mengapresiasi inisiatif BSI yang menghadirkan program edukatif seperti ini. Literasi keuangan syariah sangat penting bagi lembaga pendidikan, tidak hanya untuk pengelolaan institusi, tetapi juga untuk membekali para siswa agar memiliki pemahaman finansial yang baik sejak dini,” ungkapnya.

Hadir di Gathering BSI, Ponpes Nurul Huda Al Manshurin Dukung Transformasi Layanan Keuangan Digital
Hadir di Gathering BSI, Ponpes Nurul Huda Al Manshurin Dukung Transformasi Layanan Keuangan Digital

Senada dengan hal tersebut, Ketua Ponpes Nurul Huda Al Manshurin, Asyhari Eko Prayitno, yang juga Sekretaris LDII Kota Kediri menyoroti program perencanaan haji yang ditawarkan. Ia menilai program ini memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan para pendidik di lingkungan pesantren.

“Tema ‘Langkah Emas Menuju Sekolah Berhaji’ ini sangat menginspirasi. Di tengah kesibukan mengelola pendidikan, seringkali perencanaan ibadah haji terabaikan. Dengan pendampingan dari BSI, kami berharap para pengurus dan pengajar di Pesantren memiliki perencanaan yang lebih terukur untuk menunaikan rukun Islam kelima. Ini adalah bentuk sinergi antara dunia perbankan dengan kebutuhan spiritual umat,” jelasnya.

Ia menilai kegiatan ini memberikan perspektif baru bagi pesantren dalam mengelola potensi ekonomi secara lebih terarah.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya dalam membuka wawasan pesantren terkait pengelolaan keuangan syariah yang modern dan terintegrasi. Kami berharap sinergi seperti ini terus berlanjut sehingga pesantren dapat semakin mandiri dan berdaya saing,” tuturnya.

Acara tersebut juga diteruskan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BSI dengan sejumlah sekolah Islam dan pesantren di wilayah Kediri. Penandatanganan ini diharapkan menjadi awal dari transformasi layanan keuangan digital yang lebih inklusif di lingkungan pendidikan berbasis agama.

Kegiatan ditutup dengan talkshow dan sesi diskusi mengenai optimasi layanan digital banking dan skema tabungan haji bagi komunitas sekolah yang dipandu langsung oleh tim ahli dari Kantor Pusat BSI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *