Ikuti Sosialisasi Kurban Sehat via Daring, LDII Kota Kediri Siap Sukseskan Kurban Berprinsip ASUH
Kediri (24/5). Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kediri beserta jajaran takmir masjid di bawah naungannya mengikuti jalannya Sosialisasi Berkurban Sehat dan Halal secara daring (online), pada Sabtu (23/5).
Agenda tersebut berpusat di Gedung Serba Guna Sabilurrosyiddin Surabaya yang diselenggarakan oleh DPW LDII Jawa Timur bersama Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Fokus utama dari pembekalan ini adalah penguatan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dalam pelaksanaan kurban di tengah masyarakat.
Ketua DPD LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menegaskan bahwa keikutsertaan jajaran pengurus dan panitia kurban Kota Kediri secara virtual merupakan langkah strategis agar standardisasi nasional mengenai keamanan pangan dapat dipahami secara merata hingga ke tingkat akar rumput (grassroots).
“Meskipun mengikuti jalannya sosialisasi ini via daring, kami di tingkat kota berkomitmen untuk menjabarkan prinsip ASUH ini di lapangan. Melalui kerja sama erat antara takmir masjid, dinas terkait di Kota Kediri, dan para juru sembelih yang terlatih, kami ingin memastikan bahwa seluruh proses berkurban warga LDII di Kota Kediri—mulai dari pemilihan hewan hingga pembagian daging—berjalan higienis, sehat, dan sesuai syariat. Ini adalah wujud tanggung jawab kami kepada jamaah dan masyarakat luas,” tegasnya.
Ia menambahkan, dengan bekal materi dari Dinas Peternakan dan BPJPH ini, panitia kurban di lingkungan PC maupun PAC se-Kota Kediri diharapkan bisa lebih selektif dalam memantau kesehatan hewan serta lebih tertib dalam menjaga higienitas tempat penyembelihan.

Pentingnya edukasi ini selaras dengan arahan Ketua DPW LDII Jawa Timur, H. Moch. Amrodji Konawi, dalam sambutan pembukaannya di Surabaya. Ia menyampaikan bahwa penyembelihan kurban bukan sekadar ritual tahunan biasa, melainkan implementasi dari perintah mengonsumsi makanan yang halalan thayyiban (halal dan baik).
“Halal berarti prosesnya lurus sesuai dengan syariat Islam, sedangkan baik (thayyib) berarti daging yang dihasilkan memenuhi standar kesehatan, aman dari penyakit, serta layak dikonsumsi oleh masyarakat luas,” paparnya.
Untuk menyukseskan standardisasi tersebut, selain melibatkan Dinas Peternakan, sosialisasi ini juga diperkuat oleh praktisi dari Juru Sembelih Halal (JULEHA) Jawa Timur serta Forum Komunikasi Kesehatan Islam Indonesia (FKKI).
Dalam pemaparan materi yang disimak oleh para pengurus daerah, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jawa Timur, Iswahyudi, mengingatkan pentingnya aspek kesehatan lingkungan saat hari-H penyembelihan. Ia menyebutkan, Disnak Jatim menerjunkan lebih dari 5.000 petugas kesehatan hewan di Jawa Timur guna melakukan pemeriksaan ante-mortem (sebelum disembelih) dan post-mortem (setelah disembelih).
Iswahyudi juga menggarisbawahi regulasi pelaksanaan kurban di luar Rumah Potong Hewan (RPH).
“Khusus pada momentum Idul Adha, undang-undang memperbolehkan penyembelihan dilakukan di lingkungan masyarakat atau area masjid, dengan catatan wajib berada di bawah pengawasan berkala dari petugas kesehatan hewan setempat,” ungkapnya.
Dengan mengikuti sosialisasi ini, DPD LDII Kota Kediri siap mengawal jalannya perayaan Idul Adha 1447H secara profesional. Sinergi antara pemahaman syariat yang kuat dan penerapan protokol kesehatan hewan yang ketat diharapkan mampu menghadirkan ibadah kurban yang berkah, aman, dan membawa kemaslahatan bagi seluruh warga Kota Kediri.
