Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
October 28, 2026
Daerah Pesantren

Hadiri Seminar Ponpes Wali Barokah, LDII Kota Kediri Tegaskan Semangat Kebangsaan Dibangun dari Kebiasaan Baik Santri

  • October 28, 2026
  • 2 min read
  • 7 Views
Hadiri Seminar Ponpes Wali Barokah, LDII Kota Kediri Tegaskan Semangat Kebangsaan Dibangun dari Kebiasaan Baik Santri

Kediri (27/10). Ketua DPD LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menegaskan pentingnya menanamkan semangat kebangsaan melalui kebiasaan baik santri sehari-hari, mulai dari disiplin, kejujuran, hingga gotong royong. Hal tersebut ia sampaikan saat menghadiri Seminar Kebangsaan yang digelar Ponpes Wali Barokah di Gedung Wali Barokah, Selasa pagi (27/10).

Seminar tersebut diselenggarakan sebagai implementasi semangat Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda. Narasumber berasal dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Kediri, Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, serta Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri.

H. Agung Riyanto menilai materi dari ketiga instansi tersebut menunjukkan bahwa semangat kebangsaan menyentuh banyak sisi kehidupan, mulai dari peran pemuda, nilai keagamaan, hingga kewaspadaan terhadap bahaya narkoba.

“Kebangsaan itu tidak berhenti di upacara. Ia terlihat dari hal-hal kecil seperti tepat waktu, jujur, tertib, dan mau bergotong royong. Kalau kebiasaan baik itu tumbuh di pesantren, santri akan membawanya ke mana pun mereka berada,” ujar H. Agung.

Ia menjelaskan, Hari Santri dan Hari Sumpah Pemuda mengingatkan bahwa persatuan tidak datang dengan sendirinya. Persatuan perlu dirawat melalui sikap saling menghargai dalam pergaulan sehari-hari, mulai dari lingkungan terdekat.

“Persatuan itu dilatih. Di asrama, di kelas, di masjid, santri belajar menghargai perbedaan watak dan kebiasaan temannya. Latihan kecil itu yang nanti menjadi modal ketika mereka hidup di tengah masyarakat yang beragam,” tegasnya.

H. Agung Riyanto menambahkan, santri yang terbiasa hidup tertib dan berpegang pada nilai agama akan lebih kuat menolak pengaruh buruk, seperti narkoba dan informasi yang menyesatkan. Ia berharap seminar serupa dapat terus diadakan secara berkala sesuai kebutuhan santri.

“Harapan kami, apa yang didengar hari ini tidak berhenti di ruangan ini. Semoga santri mengamalkannya dari hal sederhana, dan Allah SWT memudahkan mereka menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, lingkungan, dan bangsa,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *