Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 19, 2026
Daerah Pesantren

DPD LDII Kediri Kembali Dipimpin Agus Sukisno, Fokuskan Penguatan Pendidikan Karakter

  • July 17, 2025
  • 3 min read
  • 54 Views
DPD LDII Kediri Kembali Dipimpin Agus Sukisno, Fokuskan Penguatan Pendidikan Karakter

Kediri (16/07). Agus Sukisno resmi terpilih kembali sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kediri untuk masa bakti 2025–2030. Keputusan ini ditetapkan dalam sidang paripurna Musyawarah Daerah (Musda) ke-7 yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Hakim, Kaliawen, Kediri.

Musda ini dihadiri oleh para pengurus dari berbagai Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kabupaten Kediri. Tiga nama sempat diusulkan sebagai calon ketua, namun dua di antaranya memilih mundur sebelum pemilihan berlangsung.

Slamet Pramono dari PC Puncu menyatakan mundur demi memberi ruang bagi generasi muda yang lebih enerjik untuk memimpin. Sementara Adi Nurochman dari PC Kras merasa belum siap dan mengaku masih membutuhkan pengalaman lebih dalam berorganisasi di level kabupaten.

Dengan mundurnya dua kandidat tersebut, Agus Sukisno melaju sebagai satu-satunya calon dan mendapat dukungan bulat dari sejumlah PC dan PAC, termasuk PC Purwoasri. Para pengusung menilai Agus sebagai sosok visioner dan berpengalaman, terbukti telah memimpin DPD LDII Kabupaten Kediri selama tiga periode sebelumnya.

Di bawah kepemimpinannya, DPD LDII Kabupaten Kediri telah menunjukkan kemajuan signifikan, baik dalam bidang dakwah, sosial, maupun pemberdayaan masyarakat. Agus bersama jajaran pengurus menjalankan program-program berbasis delapan klaster kontribusi LDII, yakni: kebangsaan, dakwah, ekonomi, ekonomi syariah, kesehatan berbasis herbal, ketahanan pangan dan lingkungan, teknologi digital, serta energi baru dan terbarukan.

Salah satu terobosan yang telah diwujudkan adalah penerapan energi bersih dengan memanfaatkan panel surya untuk kebutuhan listrik di pondok pesantren. “Alhamdulillah, di Pondok Pesantren Nurul Hakim Kaliawen dan Nurul Azizah Balung Jeruk kini telah menggunakan listrik tenaga surya sebagai bentuk dukungan terhadap energi ramah lingkungan,” ungkap Agus.

Dalam sektor pendidikan, DPD LDII Kabupaten Kediri juga telah mendirikan berbagai fasilitas pendukung seperti boarding school berbasis terpadu antara pendidikan formal dan agama, Balai Latihan Kerja (BLK) hasil kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI, hingga rumah susun (rusun) santri untuk mendukung kenyamanan belajar para santri.

Dari aspek kesehatan, seluruh pondok pesantren binaan LDII di wilayah Kediri kini memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) sebagai bentuk pelayanan promotif dan preventif bagi para santri.

Agus Sukisno menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan program-program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah. Ia juga mengajak seluruh elemen organisasi untuk menjaga sinergi dan kekompakan dalam menjalankan amanah.

Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH Moch Amrodji Konawi, dalam sambutannya menekankan pentingnya menyelaraskan program LDII dengan kebijakan pemerintah daerah. Ia menyebut delapan klaster kontribusi LDII sebagai kunci dalam memperluas peran organisasi di tengah masyarakat.

“Irisan antara program pemerintah dan LDII harus disinergikan. Hal ini sangat penting agar kontribusi kita bisa lebih terasa oleh masyarakat,” ujarnya.

KH Amrodji juga mengingatkan agar pengurus LDII senantiasa menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin). Hal itu, menurutnya, hanya bisa dicapai melalui kolaborasi lintas ormas dan agama.

“Bangsa ini ibarat kapal besar dengan penumpang beragam. Jika ada yang merusak kapal dan kita diamkan, semuanya bisa tenggelam. Maka persatuan dan kerukunan harus dijaga,” tegasnya.

Dengan terpilihnya kembali Agus Sukisno, harapannya DPD LDII Kabupaten Kediri dapat terus berperan aktif dalam membangun masyarakat yang mandiri, religius, dan berdaya saing, sejalan dengan nilai-nilai Islam serta visi pembangunan nasional dan daerah.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *