Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 18, 2026
Daerah

Bedah Nasionalisme LDII, Cendekiawan Ahmad Ali Gandeng FDIK UIN Raden Intan Lampung dalam Riset Buku Ketiga

  • January 12, 2026
  • 3 min read
  • 33 Views
Bedah Nasionalisme LDII, Cendekiawan Ahmad Ali Gandeng FDIK UIN Raden Intan Lampung dalam Riset Buku Ketiga

Lampung (12/1). Dinamika dakwah dan nasionalisme LDII sebagai organisasi kemasyarakatan berbasis Islam kembali menjadi sorotan akademik. Cendekiawan Muslim, Ahmad Ali, melakukan kunjungan silaturahim sekaligus koordinasi riset dengan Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) UIN Raden Intan Lampung, Dr. Abdul Syukur, M.Ag, pada Rabu (31/12).

Pertemuan yang berlangsung di kampus UIN Raden Intan ini berfokus pada pendalaman data untuk riset terbaru Ahmad Ali yang bertajuk “Nasionalisme dan Dakwah LDII”.

Ahmad Ali menjelaskan bahwa kunjungannya ke Lampung merupakan bagian dari rangkaian observasi lapangan untuk penulisan buku ketiganya mengenai LDII. Setelah sukses dengan karya-karya sebelumnya, kali ini ia ingin memotret lebih tajam bagaimana LDII mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam praktik dakwah mereka.

“Buku ketiga ini akan mengkaji secara komprehensif bagaimana nasionalisme dipraktikkan dalam dakwah LDII di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Saya terus menghimpun data primer serta perspektif dari para akademisi untuk memperkaya kajian ini agar objektif dan akademis,” ungkap Ahmad Ali.

Bedah Nasionalisme LDII, Cendekiawan Ahmad Ali Gandeng FDIK UIN Raden Intan Lampung dalam Riset Buku Ketiga
Bedah Nasionalisme LDII, Cendekiawan Ahmad Ali Gandeng FDIK UIN Raden Intan Lampung dalam Riset Buku Ketiga

Menanggapi fokus riset tersebut, Dekan FDIK UIN Raden Intan, Abdul Syukur, memberikan pandangan sosiologisnya. Menurutnya, nasionalisme bukanlah entitas statis, melainkan semangat yang lahir dari kesamaan nasib, sejarah, serta cita-cita kolektif.

“Kesamaan nasib menjadi perekat kuat yang menyatukan sebuah bangsa. Namun, perlu dicatat adanya pergeseran makna. Jika dahulu nasionalisme dipicu oleh penderitaan akibat penjajahan, saat ini nasionalisme harus tumbuh dari kesadaran tanggung jawab sebagai warga negara. Dalam konteks ini, seluruh elemen bangsa, termasuk organisasi seperti LDII, memiliki peran strategis dalam merawat tenun kebangsaan kita,” jelas Abdul Syukur.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan ormas keagamaan dalam penguatan karakter bangsa adalah kunci stabilitas sosial di tengah arus globalisasi.

Ketua DPW LDII Lampung, M. Aditya, yang turut hadir mendampingi diskusi tersebut, menegaskan bahwa nasionalisme adalah salah satu pilar utama dalam kurikulum pembinaan warga LDII. Baginya, riset yang dilakukan oleh Ahmad Ali merupakan cermin dari jati diri organisasi.

“LDII lahir di Indonesia, tumbuh di Indonesia, dan mengabdi sepenuhnya untuk Indonesia. Oleh karena itu, menjaga dan merawat bangsa bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban fundamental bagi seluruh warga LDII. Kami mendukung riset ini sebagai bagian dari transparansi dan kontribusi pemikiran bagi bangsa,” tutur Aditya.

Riset ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi masyarakat luas dan dunia akademik mengenai bagaimana organisasi keagamaan dapat berjalan selaras dengan kepentingan nasional tanpa kehilangan identitas dakwahnya. Sinergi antara cendekiawan, praktisi dakwah, dan institusi pendidikan seperti UIN Raden Intan ini diproyeksikan akan melahirkan karya tulis yang mampu memperkuat literasi kebangsaan di tahun 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *