Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 19, 2026
Daerah

Kominfo Jawa Timur Soroti Dominasi Media Sosial dan Ancaman Hoaks dalam Pelatihan Jurnalistik LDII

  • February 7, 2026
  • 2 min read
  • 57 Views
Kominfo Jawa Timur Soroti Dominasi Media Sosial dan Ancaman Hoaks dalam Pelatihan Jurnalistik LDII

Surabaya (07/02) – Dinas Kominfo Jawa Timur menegaskan pentingnya literasi media dan tanggung jawab jurnalistik di tengah tingginya arus informasi digital. Hal tersebut disampaikan Kepala Kominfo Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustini, saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan DPW LDII Jawa Timur, Sabtu (7/2/2026), di Gedung Serba Guna Sabilurrosyidin Gayungan, Surabaya.

Sherlita mengungkapkan bahwa tingkat pengguna internet di Jawa Timur telah mencapai 82,19 persen, dengan kelompok pengguna terbesar berasal dari generasi milenial. Kondisi ini menjadikan ruang digital sebagai medan utama penyebaran informasi, sekaligus rawan disalahgunakan.

“Sekitar 70 persen masyarakat saat ini mencari berita melalui media sosial, sehingga siapa pun yang memproduksi informasi harus memiliki kompetensi, etika, dan tanggung jawab,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kominfo Jawa Timur mencatat kebutuhan talenta digital secara nasional mencapai 12 juta orang, sementara ketersediaan saat ini baru sekitar 9 juta. Kesenjangan ini menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk di bidang jurnalistik dan pengelolaan media digital.

Dalam kesempatan tersebut, Sherlita mendorong jurnalis LDII untuk membangun jaringan komunitas seluas mungkin, serta membuka peluang kolaborasi dengan Kominfo Jawa Timur dalam menyebarkan informasi yang edukatif, sehat, dan mencerdaskan masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa kebebasan berekspresi harus selalu disertai tanggung jawab, terutama dalam menyampaikan informasi kepada publik. Data Kominfo Jawa Timur tahun 2025 menunjukkan bahwa 88,79 persen konten yang beredar tergolong hoaks, sementara hanya 7,88 persen yang benar-benar riil.

“Data ini menjadi peringatan bagi kita semua bahwa verifikasi informasi adalah hal mutlak. Jurnalis memiliki peran strategis sebagai penjaga kebenaran,” tegasnya.

Pelatihan jurnalistik yang mengusung tema “Penguatan Literasi Media dan Kompetensi Jurnalistik untuk Menangkal Disinformasi” ini diharapkan dapat melahirkan green jurnalis LDII yang profesional, beretika, dan mampu menjadi mitra strategis Kominfo Jawa Timur dalam memerangi hoaks serta disinformasi di era digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *