Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 30, 2026
Daerah Kesehatan Pendidikan

Wujudkan Pesantren Sehat Berdaya, Ponpes Wali Barokah Ikuti Diseminasi Strategis Dinkes Jatim

  • February 11, 2026
  • 3 min read
  • 47 Views
Wujudkan Pesantren Sehat Berdaya, Ponpes Wali Barokah Ikuti Diseminasi Strategis Dinkes Jatim

Kediri (11/2). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kediri menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan kesehatan berbasis lingkungan pesantren. Hal ini ditunjukkan dengan partisipasi dalam Zoom Meeting “Pertemuan Diseminasi Hasil Pemetaan dan Rekomendasi Pengembangan Pondok Pesantren Menuju Pondok Pesantren Sehat Berdaya” yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur, pada Rabu (11/2).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pengembangan Fasilitasi Pondok Pesantren, yang berfokus pada aspek kesehatan dan kemandirian lembaga pendidikan Islam.

Dalam sambutannya melalui ruang virtual, Kepala Dinkes Jatim, Erwin Astha Triyono, menekankan reposisi peran pesantren dalam dunia kesehatan. Menurutnya, pesantren tidak lagi diposisikan sebagai sekadar objek intervensi program, melainkan sebagai mitra aktif dan subjek pembangunan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan pesantren menjadi subjek yang berdaya dalam pembangunan kesehatan. Keberadaan pesantren memiliki daya ungkit yang besar, salah satunya untuk mendukung terwujudnya kabupaten/kota sehat di Jawa Timur,” ujar Erwin.

Berdasarkan data profil Promkes Dinkes Jatim per 27 Januari 2026, dari 4.264 pondok pesantren di Jawa Timur, baru sekitar 2.095 yang telah memiliki Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pesantren seperti Wali Barokah untuk terus mengoptimalkan fasilitas kesehatan internalnya.

Inovasi IKI Pesat Jatim dan Tim Pembina Pentaheliks Guna mengoptimalkan pembinaan, Dinkes Jatim menginisiasi program IKI Pesat Jatim (Inisiatif, Kolaborasi, dan Inovasi Pesantren Sehat Provinsi Jawa Timur). Langkah ini diperkuat dengan pembentukan Tim Pembina Pesantren Sehat Tingkat Provinsi periode 2025–2030 yang melibatkan unsur Pentaheliks (Pemerintah, NGO, media, akademisi, dan organisasi masyarakat).

Dinkes Jatim juga memaparkan hasil pemetaan kondisi pesantren hasil kerja sama dengan BRIN dan Universitas Airlangga yang didokumentasikan dalam buku berjudul Inisiasi Pesantren Sehat Berdaya. Buku ini menjadi panduan dalam mengidentifikasi kebutuhan riil dan potensi yang dimiliki setiap pesantren.

Wujudkan Pesantren Sehat Berdaya, Ponpes Wali Barokah Ikuti Diseminasi Strategis Dinkes Jatim
Wujudkan Pesantren Sehat Berdaya, Ponpes Wali Barokah Ikuti Diseminasi Strategis Dinkes Jatim

Keikutsertaan Ponpes Wali Barokah dalam diseminasi ini menjadi bukti kesiapan pesantren dalam mengadopsi rekomendasi pengembangan yang diberikan. Wakil Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah, H. Agung Riyanto memandang posisi strategisnya bukan sekadar lokasi penerapan program, melainkan arena pembentukan kesadaran kesehatan kolektif bagi seluruh santri dan pengurus.

“Kami di Pondok Pesantren Wali Barokah menyambut baik inisiatif Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur melalui program IKI Pesat Jatim ini. Bagi kami, kesehatan santri adalah fondasi utama dalam kelancaran proses belajar-mengajar. Kami berkomitmen untuk memosisikan pesantren bukan sekadar sebagai objek penerima bantuan, tetapi sebagai mitra aktif yang berdaya dalam membangun pola hidup bersih dan sehat,” ujarnya.

Melalui sinergi dengan Dinkes Jatim, ia berharap dapat terus bertransformasi menjadi institusi yang mandiri di bidang kesehatan, selaras dengan semangat kolaborasi lintas sektor yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Dengan adanya hasil pemetaan dan rekomendasi ini, kami akan terus berupaya meningkatkan peran Poskestren agar mampu memberikan layanan kesehatan yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus membentuk karakter santri yang sadar akan tanggung jawab kesehatan kolektif di lingkungan pondok,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *