Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 30, 2026
Lingkungan Nasional

Dukung Program Pemerintah, Wanita LDII Lamongan Kembangkan Budidaya Hidroponik

  • February 12, 2026
  • 2 min read
  • 33 Views
Dukung Program Pemerintah, Wanita LDII Lamongan Kembangkan Budidaya Hidroponik

Lamongan (12/2). Wanita LDII Kabupaten Lamongan mengadakan pelatihan budidaya sayuran hidroponik yang dirangkaikan dengan panen perdana di Pondok Pesantren Sulthon Auliya’ (SAHA), Lamongan, Jawa Timur, pada Minggu (25/1/2026). Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus dan anggota Wanita LDII Lamongan.

Pelatihan tersebut menjadi wujud kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah menekan angka stunting, sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan metode hidroponik. Sistem ini dinilai efektif diterapkan di lingkungan rumah tangga, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan lahan.

Penyuluh Pertanian Inovatif Lamongan, Kartono, menjelaskan bahwa hidroponik memungkinkan keluarga memperoleh sayuran berkualitas yang lebih terjamin karena bebas dari penggunaan pestisida kimia berbahaya. Ia menilai langkah ini sebagai peran konkret kaum perempuan dalam menyediakan asupan gizi yang baik guna mencegah stunting pada anak.

“Hidroponik menjadi solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan sayuran sehat keluarga. Selain mudah diterapkan, kualitasnya pun lebih terkontrol,” ujar Kartono yang juga menjabat Wakil Sekretaris DPD LDII Kabupaten Lamongan.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi teknis mulai dari proses pembibitan, pencampuran nutrisi, perawatan tanaman, hingga teknik panen dan pengemasan. Mereka juga berkesempatan melakukan praktik langsung menggunakan instalasi hidroponik yang tersedia di area pondok pesantren.

Ketua Wanita LDII Lamongan, Lastri Wahyuingsih, menegaskan pentingnya membiasakan konsumsi sayuran sehat sebagai bagian dari pola hidup sehat, terutama untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan ibu hamil.

“Konsumsi sayuran hijau secara rutin menjadi salah satu upaya pencegahan stunting. Kami mendorong para anggota untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam sayuran sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut relatif mudah, terjangkau, dan efektif dalam membantu memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga, khususnya bagi ibu hamil dan balita. Kegiatan ditutup dengan panen perdana sayuran hijau, di mana peserta turut mengikuti proses panen hingga pengemasan guna menjaga kualitas hasil produksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *