Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 30, 2026
Daerah

Atasi Krisis Sampah, Wali Kota Bandung Ajak Warga LDII Jadi Pelopor Pemilahan Sampah Mandiri

  • January 15, 2026
  • 2 min read
  • 34 Views
Atasi Krisis Sampah, Wali Kota Bandung Ajak Warga LDII Jadi Pelopor Pemilahan Sampah Mandiri

Bandung (15/1) Di tengah tantangan pengelolaan limbah perkotaan yang kian krusial, PC LDII Kecamatan Rancasari menerima kunjungan kerja Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, sekaligus melaksanakan salat Jumat berjamaah di Masjid Baitul Mustajab, pada Jumat (2/1).

Kehadiran orang nomor satu di Kota Bandung ini tidak hanya untuk mempererat silaturahim, tetapi juga untuk memberikan edukasi kepada jamaah mengenai darurat pengelolaan sampah yang sedang membayangi Kota Kembang.

Dalam arahannya usai salat Jumat, Muhammad Farhan memaparkan kondisi terkini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang sudah hampir mencapai kapasitas maksimal. Ia menegaskan bahwa tanpa perubahan perilaku masyarakat, Kota Bandung terancam menghadapi krisis kebersihan yang serius.

“Permasalahan sampah saat ini tidak bisa lagi hanya dibebankan kepada pemerintah. Ini adalah tanggung jawab kolektif. Kita harus memulai gerakan pengelolaan sampah tepat dari sumbernya, yaitu rumah tangga kita masing-masing,” tegas Farhan di hadapan ratusan warga LDII.

Wali Kota mengajak warga LDII untuk menjadi teladan dalam gerakan pemilahan sampah. Ia menginstruksikan agar setiap keluarga mulai membiasakan diri memisahkan limbah menjadi kategori organik, plastik, kertas, dan residu lainnya.

Atasi Krisis Sampah, Wali Kota Bandung Ajak Warga LDII Jadi Pelopor Pemilahan Sampah Mandiri
Atasi Krisis Sampah, Wali Kota Bandung Ajak Warga LDII Jadi Pelopor Pemilahan Sampah Mandiri

Menurut Farhan, jika proses pemilahan dilakukan secara konsisten di tingkat rumah tangga, maka volume sampah yang dibuang ke TPS maupun TPA dapat ditekan secara signifikan. “Langkah sederhana memisahkan sampah organik dan anorganik akan sangat mempermudah proses pengolahan selanjutnya dan memperpanjang usia TPA kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Farhan memberikan apresiasi kepada LDII yang telah menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat yang komprehensif. Ia berharap peran masjid tidak hanya terbatas pada ibadah, tetapi juga menjadi simpul edukasi kesadaran lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi LDII yang aktif membina warganya. Masjid harus menjadi motor penggerak perubahan perilaku. Kesadaran terhadap lingkungan adalah bagian dari manifestasi iman,” imbuhnya.

Menanggapi arahan Wali Kota, pengurus PC LDII Rancasari menyatakan kesiapannya untuk mensosialisasikan gerakan pemilahan sampah kepada seluruh warga. Hal ini sejalan dengan program strategis “LDII Go Green” yang selama ini dikampanyekan organisasi di tingkat nasional.

Warga LDII yang hadir menyambut positif motivasi tersebut dan berkomitmen untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai gaya hidup baru demi menjaga keindahan dan kelestarian Kota Bandung. Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi ringan antara Wali Kota dan para tokoh masyarakat setempat mengenai solusi-solusi taktis penanganan limbah di wilayah Rancasari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *