Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 19, 2026
Provinsi

DPW LDII Jawa Timur Temui Anggota DPD RI, Perkuat Nilai Kebangsaan

  • February 6, 2026
  • 3 min read
  • 32 Views
DPW LDII Jawa Timur Temui Anggota DPD RI, Perkuat Nilai Kebangsaan

SURABAYA (6/2). Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Jawa Timur melakukan pertemuan dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Lia Istifhama, pada Selasa (3/2), di Kantor DPD RI Wilayah Jawa Timur. Pertemuan tersebut membahas penguatan nilai-nilai kebangsaan, ketahanan keluarga, serta literasi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan media digital.

Silaturahim ini sekaligus menjadi ajang penjajakan sinergi program antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga perwakilan daerah, khususnya dalam mendukung pembangunan sosial berbasis keluarga serta pemberdayaan generasi muda.

Ketua DPW LDII Jawa Timur, H Moch Amrodji Konawi, menjelaskan bahwa LDII memiliki delapan klaster pengabdian sebagai arah dan fokus kerja organisasi. Klaster tersebut mencakup bidang kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, teknologi digital, serta energi baru dan terbarukan.

“Bidang kebangsaan menjadi salah satu fokus utama kami, terutama dalam menjaga persatuan dan memperkuat karakter masyarakat,” ujar Amrodji.

Selain penguatan kebangsaan, LDII juga menaruh perhatian besar pada program ketahanan keluarga. Wakil Ketua DPW LDII Jawa Timur, Emie Santoso, menyampaikan bahwa program ketahanan keluarga, khususnya yang dijalankan oleh Wanita LDII Jawa Timur, dilaksanakan melalui pengajian keluarga sarimbit, seminar keluarga harmonis dan parenting, serta kerja sama lintas sektor.

Program tersebut juga menyentuh aspek kesehatan keluarga, termasuk kesehatan reproduksi dan dukungan terhadap upaya penurunan angka stunting. Dalam hal ini, DPW LDII Jawa Timur telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan BKKBN Perwakilan Provinsi Jawa Timur.

“Melalui seminar keluarga harmonis dan parenting, kami ingin membekali para orang tua dengan pemahaman pengasuhan yang tepat, termasuk pemenuhan gizi dan kesehatan anak sejak dini. Ini menjadi bagian dari ikhtiar pencegahan stunting yang kami lakukan bersama para mitra,” jelas Emie.

Pada kesempatan yang sama, Amrodji turut mengundang Lia Istifhama untuk hadir dalam kegiatan pelatihan jurnalistik yang akan diselenggarakan DPW LDII Jawa Timur pada Sabtu (7/2) mendatang. Pelatihan ini menyasar generasi muda sebagai upaya memperkuat literasi media dan pemahaman komunikasi publik di tengah perkembangan ekosistem digital yang kian cepat.

Menurut Amrodji, pelatihan jurnalistik tersebut dirancang untuk membekali generasi muda dengan kemampuan menyaring serta menyampaikan informasi secara bertanggung jawab. Ia menekankan pentingnya jurnalisme berbasis fakta dan data agar generasi muda tidak terjebak pada arus informasi yang hanya mengejar viralitas tanpa memperhatikan akurasi dan etika.

“Kami ingin generasi muda memiliki kesadaran bahwa setiap informasi yang disampaikan harus dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar ramai dibicarakan,” ujar Amrodji.

Ia menambahkan, melalui pelatihan jurnalistik ini LDII berupaya meningkatkan kualitas literasi digital masyarakat dengan menggandeng Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur.

“Harapannya, generasi muda mampu menjadi penyampai informasi yang sehat, edukatif, dan mencerahkan di ruang publik,” tambahnya.

Menanggapi pemaparan tersebut, Lia Istifhama menyampaikan ketertarikannya untuk menyinergikan program penguatan nilai kebangsaan dan ketahanan keluarga yang dijalankan LDII. Menurutnya, keluarga memiliki peran strategis sebagai fondasi utama dalam membangun karakter bangsa.

“Keluarga merupakan basis pembentukan nilai dan karakter. Ketahanan keluarga yang kuat akan berdampak langsung pada ketahanan bangsa,” ujar Lia.

Ia menambahkan bahwa peran keluarga semakin krusial di era digital, terutama dalam membekali generasi muda dengan literasi media agar mampu menyikapi arus informasi yang masif dan terhindar dari penyebaran informasi tidak akurat maupun hoaks.

“Di era media saat ini, literasi media menjadi kebutuhan penting. Generasi muda, khususnya generasi Z, perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi, memahami fakta, dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang menyesatkan,” jelas Lia.

Lia berharap silaturahim tersebut tidak berhenti pada pertemuan formal semata, melainkan menjadi langkah awal terbangunnya kerja sama yang berkelanjutan antara LDII dan lembaga negara.

“Silaturahim ini kami harapkan menjadi pintu awal bagi sinergi yang lebih konkret dan berkelanjutan, bukan hanya satu kali pertemuan, tetapi kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Lia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *