Dukung Santri Jadi Prajurit, Kodim 0809 Kediri Bangun Fasilitas Olahraga Garjas B di Ponpes Nurul Huda Al Manshurin
Dukung Santri Jadi Prajurit, Kodim 0809 Kediri Bangun Fasilitas Olahraga Garjas B di Ponpes Nurul Huda Al Manshurin
Kediri (23/4). Sinergi antara TNI AD dan lembaga pendidikan agama semakin diperkuat di Kota Kediri. Kodim 0809 Kediri melalui Koramil Pesantren secara resmi merampungkan pembangunan fasilitas olahraga kesegaran jasmani (Garjas) B di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda Al Manshurin, pada Rabu (22/4).
Fasilitas standar militer ini disiapkan khusus untuk menunjang pembinaan fisik para santri yang memiliki minat mengabdikan diri kepada bangsa dan negara melalui jalur TNI maupun Polri.
Komandan Koramil Pesantren, Kapten Inf Dwi Agus, saat melakukan pengecekan lokasi, menegaskan bahwa pembangunan sarana Garjas B berupa fasilitas latihan sit-up dan push-up ini bertujuan untuk menanamkan kedisiplinan dan semangat juang sejak dini.
“Melalui fasilitas ini, kami ingin menanamkan nilai disiplin serta gaya hidup sehat kepada para santri. Ini merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang tangguh,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pembinaan fisik yang terarah sejak dini sangat penting agar para santri memenuhi kriteria seleksi yang ketat.
“Harapannya, postur dan kemampuan fisik mereka siap jika ingin mendaftar menjadi anggota TNI atau Polri setelah lulus nanti,” imbuhnya.

Ketua Ponpes Nurul Huda Al Manshurin, Asyhari Eko Prayitno, yang juga Sekretaris LDII Kota Kediri menyambut baik dukungan dari Kodim 0809 tersebut. Menurutnya, sarana ini sangat strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan yang seimbang antara penguatan spiritual dan ketahanan jasmani.
“Kami ingin santri tidak hanya unggul secara akhlak dan keilmuan, tetapi juga tangguh secara fisik. Bantuan ini menjadi motivasi besar bagi mereka yang bercita-cita mengabdi kepada negara,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pesantren kini harus adaptif dalam menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di berbagai peluang masa depan. “Dengan adanya fasilitas ini, santri diharapkan memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi untuk berkompetisi di tingkat nasional,” ungkapnya.
Menurutnya, fasilitas ini sangat strategis dalam menunjang program pengembangan diri santri, khususnya dalam aspek kebugaran jasmani.
“Pesantren tidak hanya berfokus pada pembinaan akhlak dan keilmuan, tetapi juga kesiapan fisik santri untuk menghadapi berbagai peluang di masa depan, termasuk dalam seleksi TNI maupun Polri,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan sarana olahraga ini menjadi motivasi bagi para santri yang memiliki cita-cita mengabdi kepada negara.
“Kami ingin santri tidak hanya unggul secara akhlak, tetapi juga tangguh secara fisik. Bantuan ini menjadi motivasi bagi mereka yang bercita-cita mengabdi kepada negara,” lanjutnya.
“Dengan adanya fasilitas tersebut, para santri diharapkan memiliki kepercayaan diri lebih tinggi untuk bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama dengan TNI dapat terus berlanjut, termasuk melalui agenda sosialisasi penggunaan alat olahraga bagi para santri.
“Kami berharap kolaborasi dengan TNI ini dapat terus berlanjut secara berkesinambungan meskipun terjadi pergantian pimpinan di masa mendatang,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, dalam waktu dekat akan diagendakan sosialisasi khusus bagi para santri mengenai tata cara penggunaan alat olahraga tersebut agar latihan mandiri yang dilakukan dapat berjalan efektif, terukur, dan sesuai standar keamanan.
Pengecekan akhir sarana dilakukan untuk memastikan seluruh alat siap digunakan secara optimal oleh para santri dalam menunjang kebugaran dan daya tahan fisik mereka sehari-hari.
