Dukung Visi Kota Atraktif, LDII Trenggalek Perkuat Sinergi Lewat Musda VI
Dukung Visi Kota Atraktif, LDII Trenggalek Perkuat Sinergi Lewat Musda VI
Trenggalek (28/1) DPD LDII Kabupaten Trenggalek menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VI di Gedung Bhawarasa pada Rabu (28/1). Forum tertinggi tingkat kabupaten ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi organisasi dengan program strategis pemerintah daerah.
Mengusung tema “Penguatan SDM Profesional Religius yang Berdaya Saing dan Berakhlak Mulia untuk Mewujudkan Kota Atraktif Menuju Indonesia Emas 2045”, LDII Trenggalek menegaskan komitmennya untuk menyelaraskan langkah dengan visi pembangunan jangka panjang di Bumi Menak Sopal.
Kepala Bakesbangpol Trenggalek, Sunyoto, yang hadir mewakili Bupati Trenggalek menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi LDII selama ini. Ia menilai tema yang diusung sangat relevan dengan kebutuhan percepatan pembangunan daerah.
“Kami sangat mengapresiasi. Tema yang disusun teman-teman LDII ini sangat mendukung pembangunan Kota Atraktif. Kedepannya, potensi LDII bisa dikembangkan lebih mendalam agar bermanfaat bagi ekonomi, pendidikan, dan sektor lainnya di Trenggalek,” ungkap Sunyoto.
Mantan Kepala Dinas Pariwisata ini juga mengingatkan agar Musda VI berpegang pada tiga pilar Utama, yakni pertanggungjawaban yang transparan, pemilihan pemimpin yang kredibel, serta penyusunan program kerja yang baik.

Sedangkan, Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH Moch Amrodji Konawi, memberikan “rapor hijau” atas kinerja kepengurusan DPD LDII Trenggalek periode ini di bawah kepemimpinan Suhariyanto. Ia memuji keharmonisan hubungan yang terjalin baik dengan pemerintah maupun ormas lain seperti NU dan Muhammadiyah.
“Sinergi dengan Pemkab, Forkopimda, hingga tingkat kecamatan berjalan sangat bagus. Hubungan horizontal dengan sesama ormas dan institusi seperti Kemenag serta MUI juga terjalin harmonis,” tutur KH Amrodji.
Ia menganalogikan Indonesia sebagai kapal besar yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, ia menginstruksikan agar setiap Musda senantiasa disertai dengan Dialog Kebangsaan untuk memastikan seluruh warga LDII memiliki jiwa patriotisme yang kuat. “Jika di Trenggalek semua adem ayem (damai), insyaallah ibadah pun menjadi lancar,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ketua DPD LDII Trenggalek demisioner, Suhariyanto, menjelaskan bahwa selain regenerasi kepemimpinan, fokus utama Musda ini adalah sinkronisasi program kerja.
“Harapan kami ke depan, sinergi dengan Pemkab Trenggalek semakin kuat. Kami ingin memastikan program-program LDII ‘beririsan’ langsung dengan upaya pemerintah dalam membangun daerah yang lebih maju dan berdaya saing,” tegas Suhariyanto.
Melalui Musda VI ini, LDII Trenggalek berharap dapat melahirkan nakhoda baru yang mampu membawa organisasi tetap solid dan inovatif dalam menghadapi tantangan zaman menuju Indonesia Emas 2045.
