Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
August 23, 2026
Daerah Nasional

Hadiri Dialog Kebangsaan, Pemuda LDII Kota Kediri Dukung Penguatan Persatuan di Tengah Polarisasi Digital

  • August 11, 2026
  • 3 min read
  • 31 Views
Hadiri Dialog Kebangsaan, Pemuda LDII Kota Kediri Dukung Penguatan Persatuan di Tengah Polarisasi Digital

Kediri (11/8). Pemuda LDII Kota Kediri turut hadir dalam Dialog Kebangsaan bertema “Merawat Bhineka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” yang digelar Pemerintah Kota Kediri bersama Forkopimda di Ruang Jayabaya Kantor Pemerintah Kota Kediri, Selasa (11/8).

Forum ini mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, organisasi masyarakat, perguruan pencak silat, mahasiswa, komunitas, hingga insan pers, untuk bersama-sama membahas tantangan menjaga persatuan bangsa di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menyoroti besarnya pengaruh ruang digital terhadap kehidupan sosial masyarakat saat ini. Ia mengimbau agar masyarakat lebih cermat dan tidak mudah menelan mentah-mentah setiap informasi yang beredar di media sosial.

“Jangan sampai kita gampang percaya terhadap suatu isu yang beredar di media sosial. Sebelum percaya, kita harus melakukan pengecekan apakah berita tersebut asli atau hoaks,” ujar Wali Kota yang kerap disapa Mbak Vinanda tersebut.

Ia mengingatkan, penyebaran informasi yang tidak akurat berpotensi menjadi pemicu perpecahan apabila tidak direspons dengan kedewasaan dan kearifan. Menurutnya, keberagaman pandangan dan perbedaan pilihan adalah keniscayaan dalam kehidupan bermasyarakat yang justru harus dijunjung, bukan dijadikan sumber konflik.

“Jangan sampai adanya isu intoleransi menjadi sarana untuk memecah belah persatuan. Perbedaan itu indah karena adanya rasa toleransi,” pungkasnya.

Mbak Vinanda juga mengapresiasi seluruh peserta yang hadir dan berkomitmen menjaga persatuan. Ia menegaskan bahwa pembangunan Kota Kediri tidak melulu soal infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh dimensi pembangunan manusia, karakter, dan kerukunan antarwarga.

Dialog Kebangsaan bertema “Merawat Bhineka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” di Ruang Jayabaya Pemkot Kediri, Selasa (11/8).

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota, AKBP Kresno Wisnu Putranto, menegaskan bahwa dialog kebangsaan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang komunikasi dua arah yang nyata untuk mencari solusi bersama atas berbagai persoalan yang tumbuh di tengah masyarakat.

“Kegiatan dialog ini sangat baik. Saya berharap forum ini digunakan untuk komunikasi bersama dan menyatukan pikiran bagaimana kita menjaga dan memajukan Kota Kediri,” ujar AKBP Kresno.

Ia menyadari, menjaga keamanan dan ketertiban tidak bisa menjadi beban satu pihak saja. Dibutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi mahasiswa, insan pers, komunitas, hingga perguruan pencak silat.

“Tujuan saya ingin menjaga hubungan baik dengan teman-teman semuanya dan berjalan seiringan demi memajukan Kota Kediri,” tegasnya.

AKBP Kresno juga mendorong seluruh perguruan silat untuk aktif membangun citra positif agar keberadaannya justru menjadi kekuatan penjaga ketertiban, bukan sumber kekhawatiran di tengah masyarakat. Ia pun membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan apabila menemukan potensi konflik maupun perilaku yang berpotensi mengganggu kondusivitas.

“Kalau rekan-rekan semua punya visi menjaga Kota Kediri, saya yakin kerusuhan tidak terjadi,” imbuhnya.

Ketua Pemuda LDII Kota Kediri, Yuda Langgeng Asadullah, dalam kesempatan tersebut menyambut baik penyelenggaraan Dialog Kebangsaan ini. Menurutnya, forum lintas elemen seperti ini merupakan ruang yang sangat penting, terutama bagi generasi muda, untuk membangun kesadaran bersama bahwa persatuan bangsa adalah tanggung jawab semua pihak, bukan hanya pemerintah atau aparat.

“Di era digital seperti sekarang, pemuda adalah yang paling sering terpapar informasi, baik yang benar maupun yang menyesatkan. Karena itu, forum seperti ini sangat penting untuk membekali generasi muda dengan kesadaran kritis agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjadi perekat persatuan di lingkungannya masing-masing,” ujar Yuda Langgeng.

“Harapan kami, kerjasama antara seluruh elemen masyarakat Kota Kediri terus menguat, sehingga nilai-nilai kebhinekaan dan persatuan tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari di tengah dinamika ruang digital yang terus berkembang,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *