Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 4, 2026
Daerah Lingkungan

Jaga Cadangan Air Lereng Merbabu, LDII Salatiga Berkolaborasi Tanam 800 Bibit Pohon Melalui Skema Adopsi

  • January 17, 2026
  • 2 min read
  • 37 Views
Jaga Cadangan Air Lereng Merbabu, LDII Salatiga Berkolaborasi Tanam 800 Bibit Pohon Melalui Skema Adopsi

Salatiga (17/1). Menyadari pentingnya menjaga kawasan hulu sebagai penyangga kehidupan, LDII Kota Salatiga melakukan penghijauan di Lereng Merbabu Utara, Desa Tajuk, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu (28/12).

Ketua DPD LDII Kota Salatiga, Siswarsono, bersama puluhan warga LDII menanam 800 bibit pohon di Desa Tajuk, Kabupaten Semarang, dalam sebuah gerakan kolektif lintas lembaga.

“Kegiatan lingkungan ini merupakan bagian dari program “Ruang Tanam Bibit Adopsi” yang diinisiasi oleh komunitas Latar Kalitan. Dengan mengusung tema besar “Budaya Menanam, Melestarikan Air, Melestarikan Kehidupan”, kegiatan ini difokuskan untuk merevitalisasi kawasan resapan air yang menjadi tumpuan ketersediaan air bersih bagi wilayah Salatiga dan sekitarnya,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan sekitar 100 peserta ini menghadirkan kolaborasi unik antara masyarakat sipil, komunitas pegiat alam, aparat Kepolisian (Polres Salatiga), hingga Dinas Lingkungan Hidup. Keunikan kegiatan ini terletak pada sistem Bibit Adopsi, di mana setiap pohon yang ditanam memiliki identitas penyumbang dan penanda khusus.

“Kegiatan ini diambil untuk memastikan bahwa tidak berhenti pada seremonial penanaman saja. Dengan adanya penanda identitas, setiap bibit dapat dipantau pertumbuhannya dan dirawat secara jangka panjang oleh para pengadopsi bersama masyarakat setempat,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keterlibatan LDII adalah manifestasi dari komitmen organisasi terhadap isu-isu lingkungan global yang berdampak lokal. Menurutnya, Lereng Merbabu memiliki fungsi strategis sebagai daerah tangkapan air (water catchment area) yang harus dijaga dari ancaman degradasi lahan.

“Merawat alam pada hakikatnya adalah menjaga napas kehidupan kita bersama. Partisipasi warga LDII di sini bukan sekadar aksi fisik, melainkan bentuk edukasi lingkungan yang berkelanjutan. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setelah menanam, ada tanggung jawab besar untuk merawat dan memastikan pohon ini tumbuh besar agar manfaat ekologisnya bisa dinikmati anak cucu kita,” tegas Siswarsono.

Penanaman 800 bibit ini juga diharapkan menjadi pemantik bagi gerakan yang lebih luas di tengah masyarakat pegunungan. Kolaborasi dengan pihak Kepolisian dan Pemerintah Daerah menunjukkan bahwa isu lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan koordinasi yang solid.

“Melalui kegiatan di Desa Tajuk ini, kami berharap budaya menanam dapat menjadi gaya hidup baru di masyarakat. Dengan ekosistem hutan Merbabu yang terjaga, kestabilan iklim mikro dan ketersediaan sumber mata air di masa depan dapat lebih terjamin bagi keberlangsungan hidup seluruh mahluk di bumi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *