Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 3, 2026
Daerah Lingkungan

Ketua LDII Kota Kediri: Menjaga Alam adalah Mandat Spiritual dan Tanggung Jawab Religius

  • December 27, 2025
  • 2 min read
  • 44 Views
Ketua LDII Kota Kediri: Menjaga Alam adalah Mandat Spiritual dan Tanggung Jawab Religius

Kediri (27/12). Ketua DPD LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa kepedulian terhadap alam bukan sekadar isu sosial atau tren global, melainkan bagian integral dari tanggung jawab religius setiap Muslim.

“Tugas manusia di dunia ini adalah sebagai khalifah yang memiliki kewajiban menjaga dan merawat lingkungan. Menjaga kelestarian alam adalah mandat spiritual. Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Sebaliknya, jika kita lalai, hukum alam akan berbicara dan kerusakan lingkungan tersebut berpotensi memicu berbagai bencana alam,” tegas Agung di Seminar Lingkungan Hidup LDII di Ponpes Wali Barokah, pada Sabtu (27/12).

Melalui seminar ini, ia ingin mengimplementasikan konsep Eco-Pesantren secara menyeluruh dan berharap santri tidak hanya unggul secara spiritual (alim-faqih), tetapi juga memiliki pemahaman teknis mengenai pelestarian alam, mulai dari pengelolaan sampah, penghematan air, hingga penggunaan energi terbarukan.

“Santri bukan hanya belajar agama, tetapi harus menjadi bagian dari solusi atas persoalan lingkungan. Inilah esensi dari Eco-Pesantren; mengintegrasikan pendidikan agama dengan praktik nyata di lapangan,” imbuhnya.

Ia juga memaparkan ada tiga sasaran utama yang ingin dicapai melalui penguatan literasi lingkungan ini, pertama pembentukan karakter, yakni mencetak generasi yang beriman, berkarakter, dan memiliki empati tinggi terhadap lingkungan.

“Kedua, kemandirian pesantren, yakni mendorong pesantren mampu mengelola sumber daya secara berkelanjutan dan mandiri. Ketiga, agen perubahan, yakni menjadikan santri sebagai contoh positif dan pelopor pelestarian alam bagi masyarakat luas di sekitar mereka,” tambahnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) serta Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri. Agung menyebut kolaborasi ini merupakan implementasi LDII Kota Kediri dalam mempraktikkan 8 Klaster Pengabdian LDII untuk Bangsa, khususnya pada sektor lingkungan hidup dan ketahanan pangan.

“Program ini sinkron dengan visi Pemerintah Kota Kediri untuk menjadi kota yang mapan. Kami ingin santri-santri ini nantinya mampu menyeimbangkan keunggulan spiritual dengan kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem demi kesejahteraan umat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *