Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 20, 2026
Daerah Pendidikan

Ketua Pemuda LDII Kota Kediri Tekankan Sosok Pemimpin Adalah Teladan dan Pelayan Umat

  • December 30, 2025
  • 2 min read
  • 56 Views
Ketua Pemuda LDII Kota Kediri Tekankan Sosok Pemimpin Adalah Teladan dan Pelayan Umat

Kediri (28/12). Ketua Pemuda LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, menekankan pemimpin adalah seorang teladan dan pelayan umat. Hal ini ia sampaikan dalam Seminar Peningkatan Kapasitas Pemuda Kota Kediri yang digelar di Pondok Pesantren Wali Barokah, Minggu (28/12).

Mengawali pemaparannya, Asyhari mengingatkan bahwa kepemimpinan merupakan amanah besar yang melekat pada setiap individu. Ia mengutip hadits Nabi Muhammad SAW dalam riwayat Bukhari yang menegaskan setiap manusia adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.

“Kepemimpinan tidak terbatas pada jabatan formal saja, melainkan mencakup peran seseorang dalam ruang lingkup keluarga, organisasi, maupun masyarakat, sosok pemimpin harus hadir” terangnya.

Dalam pemaparannya, Asyhari menjelaskan, seorang pemimpin berperan sebagai peramut (ra’in) yang menjaga dan merawat amanah, sekaligus menjadi pengayom (zhill) yang memberi rasa aman bagi orang-orang di sekitarnya. Dalam kondisi tertentu, pemimpin juga harus mampu menjadi pengambil keputusan (qadhi) yang adil dan bertanggung jawab.

Selain itu, pemimpin dituntut untuk bersikap rendah hati sebagai pelayan umat (khadim), bukan sekadar pihak yang dilayani. Asyhari mencontohkan bahwa dalam organisasi kepemudaan, pemimpin seharusnya hadir paling depan saat bekerja dan paling akhir saat menikmati hasil.

“Peran lain yang tidak kalah penting, pemimpin adalah sebagai pengatur (mudabbir) yang mampu mengelola potensi tim, penyemangat (muhafidz) yang membangun optimisme, serta teladan (imam) dalam sikap dan perilaku,” ungkapnya.

Lebih jauh, Pemuda yang kerap disapa Bung Ari ini menekankan hakikat kepemimpinan sejatinya adalah pengabdian. Seorang pemimpin harus memposisikan diri sebagai hamba (abd) yang melayani, bukan penguasa yang dilayani. Nilai inilah yang menjadi fondasi kepemimpinan yang amanah dan berorientasi pada kemaslahatan bersama.

“Khalifah Umar bin Khaththab menegaskan bahwa pemimpin ideal adalah sosok yang lemah lembut tanpa bersikap lemah, tegas tanpa keras dan kaku, hemat tanpa kikir, serta dermawan tanpa berlebihan. Keseimbangan sifat tersebut menjadi kunci agar kepemimpinan tidak melenceng dari nilai keadilan,” tambahnya.

Tak hanya itu, ia turut menyampaikan pandangan Umar bin Abdul Aziz mengenai sikap seorang pemimpin. Seorang pemimpin dituntut untuk cerdas dan bijaksana dalam bertindak, mampu menjaga kehormatan diri, disiplin, serta memiliki ilmu dan semangat belajar yang tinggi. Sikap tersebut dinilai relevan untuk menjawab tantangan kepemimpinan di era modern.

“Pemimpin adalah seorang yang tidak hanya kuat secara kapasitas, tetapi juga matang secara spiritual dan moral. Nilai-nilai kepemimpinan Islam dapat menjadi pedoman bagi generasi muda, khususnya Pemuda LDII dalam berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *