LDII Dukung Percepatan Pembangunan SDM Lewat Program “7 Jurus BK Hebat” Kemendikdasmen
Departemen PUP dan PPKK DPP LDII bertandang ke Kemendikdasmen menindaklanjuti kerjasama. Foto: LINES.
Jakarta (27/1). Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Komitmen tersebut disampaikan dalam audiensi antara DPP LDII dan Direktur Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (PMPK), Putra Asga Elevri, yang berlangsung di Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Senin (26/1).
Ketua DPP LDII Basseng Muin menjelaskan bahwa pertemuan tersebut bertujuan menindaklanjuti kerja sama yang lebih konkret dalam pengembangan SDM. Selain itu, audiensi ini juga menjadi bentuk dukungan LDII terhadap percepatan implementasi kebijakan dan program strategis yang dicanangkan Kemendikdasmen.
Basseng menilai LDII memiliki potensi besar untuk berkontribusi melalui satuan pendidikan formal yang berada di bawah naungannya. Ia meyakini, berbagai program Kemendikdasmen dapat diakselerasikan melalui sekolah-sekolah tersebut secara terarah dan berkelanjutan.
Menanggapi hal itu, Direktur PMPK Putra Asga Elevri mengapresiasi langkah proaktif LDII yang telah mempelajari dan mencermati berbagai kebijakan Kemendikdasmen, termasuk program “7 Jurus Bimbingan Konseling (BK) Hebat”.
Ia menjelaskan bahwa program yang mulai dijalankan pada 2025 tersebut merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru, khususnya dalam bidang bimbingan dan konseling. Menurutnya, program tersebut selaras dan sangat memungkinkan untuk diimplementasikan bersama LDII melalui jaringan sekolah yang dimiliki.
Putra menambahkan, “7 Jurus BK Hebat” dirancang untuk memperkuat kompetensi guru dalam pembinaan karakter positif peserta didik. Program ini mencakup pengembangan aspek pribadi, sosial, pembelajaran, hingga perencanaan karier murid melalui layanan bimbingan konseling yang berkesinambungan, dengan menciptakan suasana sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan sebagai fondasi pendidikan bermutu.
Ia menegaskan bahwa guru menjadi sasaran utama program ini karena perannya yang strategis dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik. Guru tidak hanya membantu murid mengenali potensi, minat, dan bakatnya, tetapi juga membimbing pengelolaan emosi, menanamkan growth mindset, serta menumbuhkan karakter positif yang berakar pada nilai agama dan budaya bangsa.
Lebih lanjut, Putra menyampaikan bahwa pihaknya menunggu tindak lanjut dari LDII untuk pembahasan teknis, baik melalui pembentukan community hub yang berkolaborasi langsung dengan Direktorat PMPK maupun pelaksanaan pelatihan secara mandiri di lingkungan sekolah LDII.
Sejalan dengan hal tersebut, Basseng Muin menyatakan LDII akan segera membahas langkah teknis dan detail implementasi program bagi para tenaga pendidik di sekolah-sekolah LDII. “Ke depan, guru-guru bisa dilibatkan langsung dalam pelatihan yang diselenggarakan direktorat, atau LDII membentuk hub secara mandiri tanpa menyimpang dari kebijakan Kemendikdasmen,” ujarnya.
Audiensi tersebut turut dihadiri Anggota Departemen Pendidikan Umum dan Pelatihan DPP LDII Nana Maznah, Anggota Departemen Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga Dian Alia Putri, serta Guru BK sekaligus fasilitator, Sri Rahayu dan Puri Fitriani.
