Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
June 16, 2026
Nasional Sosok

LDII Ingatkan Pentingnya Hidup Bersahaja dan Produktif di Era Inflasi

  • June 16, 2026
  • 3 min read
  • 5 Views
LDII Ingatkan Pentingnya Hidup Bersahaja dan Produktif di Era Inflasi

Jakarta (16/6). Ketidakstabilan ekonomi global yang berdampak pada melemahnya rupiah, naiknya harga BBM, serta meningkatnya inflasi dalam negeri menuntut langkah strategis dari seluruh elemen bangsa. Menyikapi hal tersebut, DPP LDII mengimbau masyarakat untuk memperkuat ketahanan ekonomi keluarga dengan mencari penghasilan tambahan, menumbuhkan kepedulian sosial, serta menjalani pola hidup sederhana sesuai nilai ekonomi syariah.

Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, menegaskan bahwa ketahanan nasional berawal dari ketahanan ekonomi keluarga. Dalam menghadapi tekanan harga kebutuhan pokok, LDII mendorong masyarakat untuk menata ulang pola konsumsi dengan berlandaskan nilai-nilai Islami.

“Prinsip muzhid mujhid perlu kembali dipraktikkan. Muzhid berarti hidup sederhana, tidak konsumtif, dan mampu menahan diri dari pengeluaran yang tidak penting. Sedangkan mujhid bermakna bekerja keras, produktif, dan mencari rezeki halal. Perpaduan keduanya menjadi benteng utama keluarga muslim di tengah krisis,” jelas Dody.

Ia menambahkan, daripada panik membeli kebutuhan pokok, umat Islam sebaiknya menjadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial melalui zakat, infak, dan sedekah. Dengan begitu, masyarakat yang terdampak lebih berat dapat terbantu.

Sejalan dengan hal tersebut, Ekonom UPN “Veteran” Yogyakarta sekaligus Sekretaris Majelis Pakar DPP LDII, Ardito Bhinadi, menilai tekanan ekonomi nasional tidak lepas dari gejolak global, mulai dari fluktuasi harga energi hingga pelemahan rupiah. Menurutnya, prinsip muzhid mujhid relevan diterapkan baik oleh masyarakat maupun pemerintah.

“Muzhid berarti hemat, cermat, dan fokus pada kebutuhan pokok. Mujhid berarti tetap produktif, kreatif, dan meningkatkan keterampilan untuk mencari peluang usaha halal,” ujar Ardito.

Ia menekankan bahwa pemerintah juga perlu mengadopsi prinsip tersebut. Muzhid dalam tata kelola negara berarti pengelolaan anggaran yang efisien dan tepat sasaran, sedangkan mujhid berarti memperkuat sektor produktif, menjaga stabilitas harga, mendukung UMKM, serta memperkuat ketahanan pangan dan energi.

“Ketahanan ekonomi lahir dari sinergi: masyarakat bijak dalam konsumsi, pemerintah bijak dalam belanja. Masyarakat produktif, pemerintah responsif,” tambahnya.

LDII sendiri terus mendorong peran UMKM melalui Baitul Maal wat Tamwil (BMT) di tingkat akar rumput, serta mengedukasi literasi keuangan keluarga berbasis muzhid mujhid lewat majelis taklim di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menegaskan bahwa arahan DPP LDII mengenai penerapan prinsip muzhid mujhid sangat relevan untuk kondisi masyarakat saat ini.

“Pola hidup sederhana dan produktif saat ini bukan hanya solusi menghadapi krisis ekonomi, tetapi juga bagian dari implementasi nilai-nilai Islam,” ujarnya.

H. Agung menambahkan, masyarakat Kediri telah mulai menggerakkan semangat kemandirian ekonomi melalui usaha kecil dan menengah, serta memperkuat solidaritas sosial lewat zakat dan sedekah.

“Kami dorong warga untuk tidak panik menghadapi situasi ini, tetapi justru menjadikannya momentum memperkuat ukhuwah. Dengan berbagi kepada sesama, beban ekonomi bisa lebih ringan dan keberkahan hidup semakin terasa,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip muzhid mujhid.

“Masyarakat perlu hemat dan produktif, sementara pemerintah daerah harus bijak dalam belanja dan mendukung UMKM. Dengan langkah bersama, insyaAllah kita bisa melewati masa sulit ini dengan lebih tangguh,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *