Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
September 13, 2026
Daerah

LDII Kota Kediri Gelar CKG Gratis di Pondok Tri Barokah, Sasar Suami Pengantar Ibu-Ibu Mengaji

  • September 13, 2026
  • 3 min read
  • 3 Views
LDII Kota Kediri Gelar CKG Gratis di Pondok Tri Barokah, Sasar Suami Pengantar Ibu-Ibu Mengaji

KEDIRI(13/09) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Kediri menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pondok Tri Barokah, Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan CKG yang digelar serentak di sejumlah daerah di Jawa Timur melalui kolaborasi LDII dengan pemerintah dan jajaran Dinas Kesehatan.
Pelaksanaan CKG di Pondok Tri Barokah dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan pengajian ibu-ibu dan putri yang berlangsung di lingkungan pondok.
Menariknya, sasaran CKG di lokasi tersebut tidak hanya peserta pengajian. Panitia juga menyasar para suami yang mengantarkan istri atau anggota keluarganya berangkat mengaji. Dengan demikian, masyarakat yang sebelumnya hanya mengantar dapat memanfaatkan waktu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis.


Ketua DPD LDII Kota Kediri, Agung Riyanto, S.Si., M.Si., mengatakan pelaksanaan CKG tersebut merupakan bentuk kontribusi LDII dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.
“Alhamdulillah hari ini kami menggelar cek kesehatan gratis bekerja sama dengan DPW LDII Provinsi Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur,” ujar Agung.


Menurutnya, khusus di Kota Kediri, pelaksanaan CKG LDII dilakukan di tiga titik dengan total sasaran sekitar 1.700 orang.
“Untuk Kota Kediri ada tiga titik CKG. Pertama di Pondok Nurul Huda Al Manshurindengan sasaran 1.000 orang. Kemudian di Pondok Tri Barokah ini sasarannya 500 orang, dan di Pondok Nurul Hakim Al Fattah Banjarsari dengan sasaran sekitar 200 orang,” jelasnya.


Agung menambahkan, pelaksanaan CKG ini telah melalui koordinasi antara DPW LDII Jawa Timur, Dinas Kesehatan, serta DPD LDII kabupaten/kota. Koordinasi teknis juga dilakukan dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri agar pemeriksaan dapat berjalan dengan lancar.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr. Rini Hidayat, M.Kes., melalui perwakilannya dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa pelaksanaan CKG di Kota Kediri melibatkan seluruh puskesmas yang ada di wilayah Kota Kediri.


“Untuk memperlancar acara tersebut, sembilan puskesmas yang ada di wilayah Kota Kediri terjun semua untuk memeriksa sekitar 1.700 sasaran,” jelasnya.


Untuk lokasi Pondok Tri Barokah, pemeriksaan melibatkan tiga puskesmas, yakni Puskesmas Pesantren 1, Puskesmas Pesantren 2, dan Puskesmas Krenceng. Sementara puskesmas lainnya ditempatkan di dua titik CKG LDII lainnya.
Dinas Kesehatan Kota Kediri juga mengapresiasi dukungan LDII dalam pelaksanaan program tersebut.


“Kami dari Dinas Kesehatan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pondok LDII atas support-nya sehingga pelaksanaan CKG ini bisa berlangsung pada hari ini,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa capaian pemeriksaan CKG di Kota Kediri saat ini masih sekitar 60 persen, sehingga diperlukan keterlibatan berbagai pihak untuk memperluas cakupan pemeriksaan kesehatan masyarakat.


“Harapannya masyarakat Kediri setiap tahun melaksanakan cek kesehatan gratis ini. Bisa dilakukan di puskesmas terdekat, kemudian juga masyarakat bisa ke sekolah dan sebagainya,” katanya.

Lebih lanjut, pemeriksaan CKG ditujukan untuk melakukan deteksi dini penyakit dan faktor risiko kesehatan yang dimiliki masyarakat.


Dengan pemeriksaan tersebut, masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan dasar mereka, mulai dari bayi hingga lanjut usia.
“Tujuannya untuk deteksi dini penyakit. Harapannya setiap warga, baik mulai bayi sampai lansia, memiliki data dasarnya,” jelasnya.


Hasil pemeriksaan juga diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap faktor risiko seperti obesitas dan hipertensi. Jika ditemukan risiko kesehatan, masyarakat dapat memperoleh arahan agar kondisi tersebut tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih serius atau menimbulkan komplikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *