LDII Kota Kediri Terima Kunjungan Mahasiswa UIN Syech Wasil untuk Observasi Toleransi Antar Ormas Islam
LDII Kota Kediri Terima Kunjungan Mahasiswa UIN Syech Wasil untuk Observasi Toleransi Antar Ormas Islam
Kediri (15/4). DPD LDII Kota Kediri menerima kunjungan observasi lapangan dari mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syech Wasil Kediri di Kantor Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hasun, Kelurahan Bangsal, Kota Kediri, pada Rabu (15/4). Kunjungan ini merupakan bagian dari penelitian berjudul “Penerapan Tiga Organisasi Islam di Kota Kediri (NU, Muhammadiyah, LDII) dalam Penerapan Toleransi”.
Kunjungan ini bertujuan untuk menggali informasi secara langsung mengenai praktik toleransi yang diterapkan oleh organisasi-organisasi Islam di Kota Kediri, khususnya LDII, dalam kehidupan bermasyarakat.
Kehadiran para mahasiswa disambut baik oleh pengurus DPD LDII Kota Kediri. Dialog yang berlangsung gayeng ini membedah bagaimana organisasi dakwah ini menjalankan prinsip kerukunan dan interaksi sosial di tengah keberagaman masyarakat Kota Tahu.
Ketua DPD LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menyambut baik inisiatif akademis ini. Menurutnya, keterbukaan informasi kepada dunia pendidikan sangat penting untuk membangun pemahaman yang objektif mengenai organisasi keagamaan.
“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa UIN Syech Wasil. Di LDII, kami selalu menekankan prinsip ‘6 Tabiat Luhur’, di mana rukun, kompak, dan kerja sama yang baik menjadi fondasi kami dalam berinteraksi, baik di internal organisasi maupun dengan saudara-saudara kami dari NU, Muhammadiyah, dan elemen masyarakat lainnya. Toleransi di Kota Kediri adalah warisan yang harus kita jaga bersama demi kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa LDII selalu menjunjung tinggi nilai toleransi dan kebersamaan dalam kehidupan beragama maupun sosial.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan akademik seperti ini. LDII Kota Kediri berkomitmen untuk terus menjaga kerukunan antarumat beragama dan antarorganisasi Islam. Toleransi adalah kunci utama dalam membangun masyarakat yang damai dan harmonis,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Pengurus Bagian Pendidikan Keagamaan dan Dakwah LDII Kota Kediri, Rusdianto, menjelaskan bahwa kurikulum dakwah yang diajarkan kepada warga LDII selalu mengedepankan sikap saling menghargai.
“Penerapan toleransi bukan sekadar teori bagi kami, melainkan praktik keseharian. Dalam bidang dakwah, kami membekali warga agar menjadi pribadi yang santun dan tidak eksklusif. Kami mengajarkan bahwa perbedaan itu adalah keniscayaan, namun persaudaraan sebagai sesama muslim dan sesama warga negara adalah kewajiban yang harus diutamakan,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa penerapan toleransi di LDII tidak hanya sebatas teori, tetapi diwujudkan dalam kegiatan nyata.
“Di LDII, kami menanamkan nilai toleransi melalui pendidikan keagamaan, dakwah yang santun, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial bersama berbagai elemen masyarakat. Ini menjadi bagian penting dalam membangun ukhuwah Islamiyah,” tuturnya.
Salah satu mahasiswa UIN Syech Wasil Kediri, Rohani, memberikan kesan positifnya terhadap kunjungan tersebut. Ia menilai bahwa LDII memberikan banyak wawasan baru terkait praktik toleransi di lapangan.
“Kami mendapatkan banyak insight dari LDII tentang bagaimana toleransi diterapkan secara nyata, bukan hanya konsep. Ini sangat membantu penelitian kami, terutama dalam memahami peran organisasi Islam dalam menjaga keharmonisan di masyarakat,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan bahwa hasil observasi ini memberikan sudut pandang yang komprehensif mengenai peta kerukunan beragama di Kota Kediri.
“Kami berterima kasih atas sambutan yang sangat terbuka dari LDII. Penelitian kami bertujuan untuk melihat bagaimana tiga organisasi besar—NU, Muhammadiyah, dan LDII—bersinergi dalam menciptakan iklim toleransi di Kediri. Dari hasil diskusi tadi, kami melihat ada komitmen kuat dari LDII untuk terus bersosialisasi dan berkontribusi aktif dalam kegiatan kemasyarakatan tanpa sekat,” pungkasnya.
