Ilustrasi
Di antara malam-malam terakhir bulan Ramadan terdapat satu malam yang memiliki kedudukan sangat istimewa, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini bukan sekadar pergantian waktu dari malam menuju pagi, tetapi merupakan momentum spiritual yang sangat agung. Dalam satu malam tersebut, nilai ibadah yang dilakukan seorang hamba bahkan lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan. Karena itu, Lailatul Qadar menjadi anugerah istimewa bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh beribadah kepada Allah SWT.
Keagungan malam ini juga ditandai dengan turunnya para malaikat ke bumi membawa keberkahan serta ketetapan berbagai urusan. Lailatul Qadar menjadi saat yang penuh kedamaian bagi orang-orang yang mendekatkan diri kepada Allah. Pada malam tersebut, doa-doa yang dipanjatkan memiliki nilai yang sangat besar, sehingga menjadi kesempatan bagi seorang hamba untuk memohon ampunan, kebaikan, serta perubahan nasib ke arah yang lebih baik.
Salah satu keistimewaan Lailatul Qadar adalah adanya penetapan takdir tahunan. Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa malam ini disebut Lailatul Qadar karena pada saat itulah para malaikat mencatat berbagai ketetapan yang akan terjadi selama satu tahun, seperti rezeki, ajal, dan berbagai peristiwa lainnya.
Hal tersebut sesuai dengan firman Allah Ta’ala:
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
“Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah (maksudnya: takdir dalam setahun).”
(QS. Ad-Dukhon: 4)
Mengenai ayat tersebut, Qotadah rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah pada malam Lailatul Qadar ditetapkan berbagai ketentuan yang akan terjadi selama satu tahun ke depan.
Keutamaan malam ini juga dijelaskan dalam firman Allah Ta’ala:
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ
“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.”
(QS. Al-Qadr: 4)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa pada malam Lailatul Qadar para malaikat diperlihatkan berbagai ketentuan yang akan terjadi dalam satu tahun, kemudian mereka melaksanakan tugas sesuai dengan perintah Allah. Meskipun demikian, semua takdir tersebut pada hakikatnya telah lebih dahulu ditetapkan oleh Allah dalam ilmu-Nya.
Sebagaimana disebutkan oleh Ibnu ‘Abbas, pada malam Lailatul Qadar dicatat dalam kitab induk berbagai kejadian yang akan berlangsung selama setahun, baik berupa kebaikan, keburukan, rezeki, maupun ajal seseorang.
Hal ini juga dijelaskan oleh Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya, bahwa pada malam tersebut ditetapkan berbagai ketentuan yang tersimpan di Lauhul Mahfuzh, seperti rezeki, ajal, serta berbagai peristiwa yang akan terjadi selama satu tahun. Pendapat ini juga diriwayatkan dari sejumlah ulama salaf seperti Ibnu ‘Umar, Mujahid, Adh-Dhohak, dan lainnya.
Sementara itu, Syaikh As-Sa’di dalam Taisir Al-Karimir Rahman menjelaskan bahwa pencatatan pada malam Lailatul Qadar merupakan bagian dari ketetapan Allah yang sudah ditentukan sebelumnya. Pada malam itu, berbagai takdir yang telah ditetapkan Allah diperlihatkan dan dicatat oleh para malaikat sesuai dengan hikmah dan ilmu-Nya yang sempurna.
Hadits tentang Keutamaan Lailatul Qadar
Banyak hadits yang menjelaskan keutamaan malam yang mulia ini. Di antaranya hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
(HR. Bukhari)
Rasulullah ﷺ juga menganjurkan umatnya untuk bersungguh-sungguh mencari malam tersebut pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Dalam hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, beliau bersabda:
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ فِي الوِتْرِ، مِنَ العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.”
(HR. Bukhari)
Dalam riwayat lain dari Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنِّي أُرِيتُ لَيْلَةَ القَدْرِ، وَإِنِّي نُسِّيتُهَا، فَالْتَمِسُوهَا فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ فِي وِتْرٍ
“Sesungguhnya aku pernah diperlihatkan Lailatul Qadar, kemudian aku dilupakan tentang waktunya. Maka carilah ia pada sepuluh malam terakhir, pada malam-malam yang ganjil.”
(HR. Bukhari)
Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan agar tidak melewatkan malam yang penuh kemuliaan tersebut.
Doa yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar
Terdapat doa yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ apabila seseorang berjumpa dengan malam Lailatul Qadar. Dalam hadits dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang doa yang sebaiknya dibaca pada malam tersebut.
Rasulullah ﷺ menjawab:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang memohon ampun, maka ampunilah aku.”
(HR. Tirmidzi)
Doa ini menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan untuk dibaca ketika seorang muslim berharap mendapatkan keberkahan Lailatul Qadar.
Semoga dengan memahami keutamaan malam yang agung ini, kita semakin bersungguh-sungguh dalam meningkatkan ibadah pada bulan Ramadan. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan takdir yang baik bagi kehidupan kita di masa mendatang serta mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar. Aamiin.
