Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 3, 2026
Dakwah Nasihat Pendidikan Pesantren

Menjemput Ramadan dengan Kesemangatan Beramal Ibadah

  • February 13, 2026
  • 2 min read
  • 40 Views
Menjemput Ramadan dengan Kesemangatan Beramal Ibadah

Oleh: KH Zunit Syaifulloh, Ustadz Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri

Tidak terasa, putaran waktu kembali membawa kita ke ambang pintu bulan suci Ramadan. Ada sebuah perenungan yang perlu kita resapi bersama: Sudah sejauh mana kita menghargai nikmat hidayah yang Allah titipkan melalui Al-Qur’an dan Sunnah?

Menetapi garis perjuangan ini bukanlah sekadar rutinitas organisasi, melainkan bukti cinta Allah kepada hamba-pilihan-Nya. Namun, hidayah yang besar menuntut tanggung jawab yang besar pula dalam menjaga kualitas ibadah kita, terutama dalam hal yang paling mendasar, yakni Salat.

Seringkali kita terjebak dalam formalitas. Salat dilakukan, namun kehilangan ruhnya. Saya sering menekankan pentingnya Thuma’ninah—ketenangan di tengah gerakan. Salat ibarat membangun sebuah gedung; jika fondasi dan tiangnya keropos, maka runtuhlah amalan lainnya.

Bayangkan jika kita Takbiratul Ihram dengan tergesa-gesa atau salam dengan gerakan yang berlebihan. Apakah itu mencerminkan penghambaan yang tulus? Rasulullah SAW telah memberikan teladan detail agar kita meraih ketenangan (Sakinah). Kesempurnaan ibadah dimulai bahkan sebelum kita berdiri di atas sajadah—yakni dengan hadir tepat waktu dan tidak terburu-buru menuju masjid.

Bagi para santri dan jamaah, kedisiplinan ini adalah ujian awal. Jangan sampai, misalnya, kita tertidur saat khutbah Jumat. Khutbah adalah bagian sakral dari rangkaian ibadah Jumat. Lalai di sana berarti mengurangi kefadolan atau keutamaan yang seharusnya kita bawa pulang.

Prinsip dasar berjamaah yang kita pegang tidaklah berdiri di ruang hampa. Seorang mukmin yang baik adalah mereka yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Di sinilah letak akhlaqul karimah kita, termasuk menjadi warga negara Indonesia yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Kesalihan pribadi harus berbanding lurus dengan kesalihan sosial. Inilah moderasi yang kita bangun di Ponpes Wali Barokah, yaitu beribadah dengan khusyuk, bermuamalah dengan santun.

Beberapa hari ke depan, insyaallah kita akan memasuki 1 Ramadan. Ponpes Wali Barokah telah menyiapkan agenda Asrama Al-Qur’an selama 20 hari. Ini bukan sekadar program tahunan, melainkan momentum emas untuk “men-charge” kembali baterai keimanan kita.

Mari kita tata niat sejak saat ini. Mari kita persiapkan fisik agar bisa menjalankan thuma’ninah dalam setiap tarawih, dan persiapkan hati untuk menyerap tiap tetes ilmu dari Al-Qur’an. Ramadan adalah ladang amal jariyah bagi para penuntut ilmu.

Semoga Allah SWT memberikan barokah atas waktu yang kita luangkan, kekuatan dalam menetapi ibadah, dan kelancaran dalam menyambut bulan penuh ampunan yang sudah di depan mata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *