Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 22, 2026
Daerah

Musda LDII Kota Kediri Dorong SDM Profesional Religius Menuju Indonesia Emas 2045

  • December 17, 2025
  • 3 min read
  • 162 Views
Musda LDII Kota Kediri Dorong SDM Profesional Religius Menuju Indonesia Emas 2045

Kediri, (17/12). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Kediri resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-VII pada Rabu, (17/12), bertempat di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri. Musda mengusung tema “Mewujudkan SDM Profesional Religius untuk Kota Kediri Mapan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Kegiatan lima tahunan tersebut dihadiri sekitar 500 peserta dan peninjau, serta dihadiri Wali Kota Kediri Vinanda Prameswari, Wakil Wali Kota Kediri, jajaran Forkopimda Plus, Ketua DPW LDII Jawa Timur, pimpinan ormas keagamaan, tokoh masyarakat, anggota DPRD, serta pengurus LDII tingkat kota hingga anak cabang.

Ketua DPD LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa Musda VII merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat daerah yang memiliki tiga agenda utama, yakni laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2020–2025, penyusunan program kerja 2025–2030, serta pemilihan pengurus baru.

“Musda ini menjadi momentum evaluasi sekaligus perencanaan arah organisasi lima tahun ke depan. Kami berkomitmen melanjutkan kontribusi LDII dalam mendukung pembangunan Kota Kediri,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, rangkaian Musda tidak hanya berupa sidang organisasi, tetapi juga diisi berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, seperti seminar, bazar, penghijauan, serta pembagian 100 paket sembako bagi masyarakat di tiga kecamatan. Penghijauan dilakukan dengan pemanfaatan puluhan tanaman hias dan buah yang dikirimkan oleh berbagai pihak, yang nantinya akan ditanam di lingkungan Pondok Pesantren Wali Barokah.

Agung juga menegaskan komitmen LDII dalam menjalankan delapan bidang pengabdian untuk bangsa, meliputi wawasan kebangsaan, dakwah, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan herbal, ketahanan pangan dan lingkungan hidup, teknologi informasi, serta energi baru terbarukan. Seluruh program tersebut disinergikan dengan visi pembangunan Kota Kediri, yakni mapan, maju, agamis, produktif, aman, dan ngangeni.

“Pembinaan SDM menjadi fokus kami, dengan tiga target utama, yakni terbentuknya generasi berakhlakul karimah, alim dan fakih, serta mandiri. Ini sejalan dengan tema Musda dan arah pembangunan Kota Kediri,” tambahnya.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswari dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas peran konsisten LDII dalam pembinaan generasi muda, penguatan nilai keagamaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia menilai tema Musda sangat relevan dengan tantangan pembangunan saat ini.

“Tantangan pembangunan tidak lagi semata soal infrastruktur, tetapi bagaimana menyiapkan manusia yang unggul secara kompetensi, matang secara karakter, dan kuat secara spiritual. Inilah fondasi menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Vinanda juga mengapresiasi berbagai program LDII, termasuk urban farming yang melibatkan santri muda, sebagai bentuk pemberdayaan generasi sekaligus penguatan ketahanan pangan. Menurutnya, pendekatan holistik LDII yang mengintegrasikan dakwah, kebangsaan, ekonomi, lingkungan, dan teknologi sangat sejalan dengan visi pembangunan Kota Kediri.

“Organisasi keagamaan seperti LDII merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan sosial dan kondusivitas wilayah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPW LDII Provinsi Jawa Timur, H. Amrodji Konawi, menegaskan bahwa Musda merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat daerah. Ia menilai kepengurusan DPD LDII Kota Kediri periode sebelumnya telah menjalankan program organisasi dengan baik, khususnya dalam membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan lainnya.

“Parameter keberhasilan organisasi salah satunya adalah terbangunnya hubungan vertikal dan horizontal yang harmonis. Di Kota Kediri, LDII mampu menghadirkan suasana yang rukun dan kondusif,” ujarnya.

Ia juga berpesan agar kepengurusan yang terpilih nantinya mampu menjalankan tiga fungsi utama kepemimpinan, yakni pelayanan, pengayoman, dan pengembangan. Menurutnya, pemimpin organisasi harus menjadi pelayan umat, pelindung masyarakat, serta mampu mengembangkan potensi organisasi untuk kemaslahatan bersama.

Musda VII DPD LDII Kota Kediri diharapkan mampu melahirkan keputusan strategis serta kepemimpinan yang amanah, adaptif, dan inklusif, guna memperkuat kontribusi LDII dalam mewujudkan Kota Kediri yang semakin mapan menuju Indonesia Emas 2045.

1 Comment

  • […] (17/12). Seminar wawasan kebangsaan menjadi salah satu rangkaian kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) LDII Kota Kediri yang digelar pada Rabu (17/12) di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri. Kegiatan […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *