PC LDII Mojoroto Gelar Sharing Session Guru Ngaji, Tingkatkan Kualitas Pembinaan Generus
PC LDII Mojoroto menggelar kegiatan sharing session guru ngaji pada Sabtu (14/2)
Kediri (17/2). Sebagai upaya peningkatan kualitas pembinaan generasi penerus (generus), PC LDII Mojoroto menggelar kegiatan sharing session guru ngaji pada Sabtu (14/2) di Pondok Pesantren Nurul Hakim Al Fatah, Kota Kediri. Kegiatan tersebut menjadi forum penguatan peran pendidik dalam membentuk karakter dan pemahaman agama generus.
Kegiatan tersebut diikuti para guru ngaji se-Kecamatan Mojoroto dan menghadirkan M. Ali Syaifudin serta Andhika Faza sebagai pendamping. Turut hadir juga Ketua PC LDII Mojoroto, Budianto. Suasana diskusi berlangsung terbuka dan penuh keakraban, sehingga para peserta dapat menyampaikan berbagai dinamika pembinaan di wilayah masing-masing.
Dalam sambutannya, Budianto menegaskan bahwa guru ngaji memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang berakhlakul karimah dan alim-faqih. Menurutnya, kualitas generus sangat bergantung pada kesungguhan dan kekompakan para pendidiknya.
“Melalui sharing session ini, kita ingin mengetahui secara langsung dinamika yang terjadi di masing-masing wilayah Mojoroto, sehingga solusi yang diambil benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menambahkan, forum komunikasi seperti ini penting untuk menjaga semangat dan soliditas para guru ngaji. Dengan koordinasi yang baik, setiap kendala yang muncul di lapangan dapat segera dicarikan solusi bersama sehingga pembinaan berjalan lebih efektif dan terarah.
Sementara itu, M. Ali Syaifudin memberikan motivasi agar para guru ngaji terus meningkatkan kualitas metode pengajaran serta membangun pendekatan yang lebih komunikatif kepada generus. Evaluasi rutin dinilai menjadi kunci agar proses pembinaan tetap konsisten dan mampu menjawab tantangan zaman.
“Para peserta menyampaikan berbagai pengalamanya di lapangan, mulai dari tantangan kehadiran generus, pengelolaan waktu belajar, hingga strategi menanamkan kedisiplinan,” ungkap M. Ali.
M. Ali menyampaikan, pertukaran pengalaman tersebut menjadi sarana pembelajaran bersama agar setiap guru dapat mengadopsi metode yang lebih efektif.
Selain itu, pendamping Andhika Faza juga berharap pembinaan generus di wilayah Mojoroto semakin optimal sehingga mampu melahirkan generasi muda yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
