Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
May 2, 2026
Daerah

PC LDII Sumobito dan Mojoagung Gelar Pengajian Akhir Tahun Bertajuk “Generus Tidak Ditemukan, Tapi Diciptakan”

  • January 8, 2026
  • 2 min read
  • 38 Views
PC LDII Sumobito dan Mojoagung Gelar Pengajian Akhir Tahun Bertajuk “Generus Tidak Ditemukan, Tapi Diciptakan”

Jombang (8/1) Pimpinan Cabang (PC) LDII Kecamatan Sumobito dan Mojoagung menggelar pengajian akhir tahun dengan tema filosofis “Generus Tidak Ditemukan, Tapi Diciptakan”, kegiatan ini bertempat di halaman Masjid Al Mujtahid, Madiopuro, Sumobito, pada Rabu (31/12).

Materi utama wawasan kebangsaan disampaikan oleh Danramil Sumobito, Kapten Infanteri Suwarno. Di hadapan ratusan generasi muda, ia menegaskan bahwa kedaulatan bangsa bukan hanya urusan militer, melainkan tanggung jawab setiap pemuda yang memiliki kepedulian.

“Wawasan kebangsaan dan bela negara adalah kompas bagi remaja. Masa depan negara ini berada di tangan pemuda yang peduli pada bangsanya. Saya optimis, Indonesia akan berkembang dan melompat maju di tangan remaja-remaja yang memiliki kemandirian dan integritas seperti kalian,” tegas Kapten Suwarno.

PC LDII Sumobito dan Mojoagung Gelar Pengajian Akhir Tahun Bertajuk “Generus Tidak Ditemukan, Tapi Diciptakan”
PC LDII Sumobito dan Mojoagung Gelar Pengajian Akhir Tahun Bertajuk “Generus Tidak Ditemukan, Tapi Diciptakan”

Sedangkan Ketua Panitia, Abdul Aziz Insani, mengatakan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 400 pemuda-pemudi dengan tujuan untuk membentengi dari pengaruh negatif lingkungan sekaligus memberikan semangat nasionalisme ke dalam diri para pemuda.

Ia menjelaskan bahwa tema yang diangkat merupakan representasi dari pola pembinaan sistematis di LDII. Menurutnya, generasi unggul tidak muncul secara kebetulan, melainkan hasil dari kurikulum pembinaan yang terencana.

“Generasi hebat itu diciptakan melalui proses yang berkelanjutan. Melalui momentum pergantian tahun ini, kami memastikan remaja LDII tetap berada pada koridor positif. Kami menanamkan karakter ‘Profesional Religius’ agar mereka tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual,” ujar Abdul Aziz.

Senada dengan itu, Ketua Pemuda LDII Mojoagung, Dedy Dwi Prayitno, menyoroti pentingnya penggabungan dua wilayah (Sumobito dan Mojoagung) dalam satu forum besar. Sinergi ini dianggap efektif untuk memperkuat jaringan sosial dan mempermudah monitoring karakter pemuda secara kolektif.

“Sinergi ini adalah langkah yang baik. Kami ingin pemuda kami tidak hanya mahir dalam ilmu agama (alim-faqih), tetapi juga memiliki rasa memiliki yang tinggi terhadap NKRI. Kami ingin mereka menjadi warga negara yang solutif,” ungkap Dedy.

Tak hanya soal materi kelas, kemandirian peserta juga diasah melalui Stand Bazar Mandiri. Bazar ini dikelola langsung oleh para pemuda sebagai simulasi kewirausahaan (entrepreneurship) sejak dini, melatih mereka untuk terampil dalam ekonomi kreatif.

Melalui pengajian akhir tahun berbasis bela negara ini, LDII Jombang berharap para pemuda mampu menjadi pelopor kebaikan dan agen perubahan di lingkungan masing-masing. Dengan perpaduan ilmu agama yang kuat dan jiwa nasionalisme yang tinggi, generasi ini diharapkan siap menjadi tulang punggung bangsa menuju Indonesia Emas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *