Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
June 2, 2026
Daerah Dakwah Nasihat

Pengajian LDII Kabupaten Kediri Tekankan Taat Syariat dan Berbakti kepada Orang Tua

  • February 22, 2026
  • 2 min read
  • 86 Views
Pengajian LDII Kabupaten Kediri Tekankan Taat Syariat dan Berbakti kepada Orang Tua

Kediri (22/2). DPD LDII Kabupaten Kediri menggelar Pengajian Umum di Masjid Baitul Furqon, Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, pada Minggu pagi (22/2). Pengajian tersebut diikuti ratusan peserta dari Desa Bangkok, Besuk, dan Mangurejo.

Pengajian yang rutin digelar setiap bulannya ini bertujuan untuk membentuk masyarakat yang religius dan memiliki kepedulian sosial melalui pemahaman Al-Qur’an. Momentum ini juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat yang beragam.

Dalam penyampaian materinya, Ustaz Ali membahas kandungan Surat Al-A’raf ayat 162–166 yang mengisahkan pelanggaran Bani Israel terhadap ketentuan Allah SWT, khususnya terkait larangan hari Sabat. Ia menjelaskan bahwa perubahan terhadap aturan agama dan sikap pembangkangan berujung pada azab akibat kezaliman yang dilakukan.

“Ketika melihat teman kita yang melanggar, supaya ditegur dan diingatkan,” tegas Ustaz Ali, menekankan pentingnya amar ma’ruf nahi munkar agar umat tidak terjerumus dalam kebinasaan bersama.

Menurutnya, sikap saling mengingatkan dalam kebaikan merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial sebagai sesama muslim. Tanpa adanya keberanian menasihati, pelanggaran dapat meluas dan membawa dampak buruk bagi lingkungan sekitar.

Sementara itu, Ustaz Supriyadi dalam tausiyahnya mengingatkan jamaah tentang pentingnya berbakti kepada orang tua sebagai bagian dari ketaatan kepada Allah SWT.

“Ridhonya Tuhanmu ada pada ridhonya orang tuamu, dan murkanya Tuhanmu ada pada murkanya orang tuamu,” pesannya di hadapan jamaah, mengajak seluruh peserta untuk menjaga adab dan hormat kepada kedua orang tua.

Pada akhir sesi, Ustaz Supriyadi berpesan kepada seluruh peserta pengajian agar semakin memahami pentingnya taat terhadap syariat, tidak mengubah-ubah ajaran agama, serta berani menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

“Dengan memahami kewajiban taat kita terhadap syariat, ini bisa menjadi benteng agar kita nantinya selamat dari azab Allah,” tutup Ustaz Supriyadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *