Pererat Komunikasi, PC LDII Sungai Lilin Silaturahim ke Ponpes Assalam Al-Islami
Pererat Komunikasi, PC LDII Sungai Lilin Silaturahim ke Ponpes Assalam Al-Islami
Muba (31/12). Pengurus Pimpinan Cabang (PC) LDII Sungai Lilin silaturahim ke Pondok Pesantren Assalam Al-Islami di Desa Srigunung, pada Selasa (29/12). Pertemuan ini bertujuan untuk mempererat komunikasi lintas lembaga keagamaan sekaligus mengokohkan komitmen kebangsaan di wilayah Musi Banyuasin.
Ketua PC LDII Sungai Lilin, H. Adi Wibowo, yang hadir didampingi dewan penasehat dan sekretaris, disambut oleh Pimpinan Ponpes Assalam Al-Islami, Ustadz Agus Taufiq Aulia. Dalam dialog tersebut, Adi Wibowo menekankan bahwa LDII saat ini terus mengedepankan keterbukaan dan wawasan kebangsaan.
“LDII berkomitmen penuh pada Pancasila dan UUD 1945. Kami menanamkan nilai nasionalisme kepada seluruh warga sebagai fondasi untuk menghapus stigma eksklusif di masyarakat,” tegas Adi.
Ia juga menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada pembinaan karakter. “Kami ingin warga LDII tidak hanya saleh secara agama, tapi juga memiliki adab dan jiwa nasionalisme yang kuat,” ujarnya.
Menanggapi berbagai dinamika informasi yang berkembang di masyarakat, ia juga memberikan penjelasan mendalam mengenai arah gerak organisasi saat ini. Ia menekankan bahwa LDII terus bertransformasi menjadi organisasi yang semakin modern dan terbuka.
“LDII memiliki komitmen yang tidak bisa ditawar terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Kami menyadari bahwa stigma eksklusif adalah tantangan masa lalu yang harus dijawab dengan fakta di lapangan. Oleh karena itu, nilai-nilai nasionalisme dan kepatuhan kepada pemerintah yang sah kami tanamkan sebagai fondasi utama bagi setiap warga LDII, mulai dari tingkat ranting hingga pusat,” tegas Adi Wibowo.

Ia menambahkan bahwa keterbukaan adalah kunci untuk membangun kepercayaan antarumat beragama. “Kami hadir di sini untuk menegaskan bahwa LDII adalah bagian integral dari bangsa ini. Kami ingin bersinergi dengan seluruh elemen, termasuk Ponpes Assalam, untuk memastikan bahwa dakwah yang kita sampaikan adalah dakwah yang menyejukkan, moderat, dan menjaga keutuhan bangsa,” imbuhnya.
Dalam dialog tersebut, Adi Wibowo juga memaparkan program unggulan LDII dalam mencetak generasi unggul melalui pembinaan 29 Karakter Religius dan Beradab.
“Menuju Indonesia Emas 2045, tantangan kita bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tapi integritas karakter. LDII fokus membina warga agar memiliki karakter yang luhur, mandiri, dan rukun. Kami berharap program pembinaan karakter ini dapat disinergikan dengan pola pendidikan di pondok pesantren agar tercipta sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tapi juga memiliki adab yang mulia dan kompetensi formal yang kuat,” jelasnya.
Sedangkan Ustadz Agus Taufiq Aulia, Ia mengapresiasi langkah LDII yang tegas menyatakan kepatuhan pada pemerintah yang sah dan berpegang teguh pada ideologi negara.
Mendengar pemaparan tersebut, Ustadz Agus Taufiq Aulia, Pimpinan Pondok Pesantren Assalam Al-Islami menyampaikan apresiasi dan menyambut baik penjelasan LDII mengenai transformasi organisasi yang kini jauh lebih moderat dan terbuka. Ia menilai langkah silaturahim ini sebagai cara terbaik untuk menyamakan persepsi dan menghindari kesalahpahaman antarumat.
“Kami sangat menghargai penjelasan dan semangat keterbukaan yang dibawa oleh rekan-rekan LDII. Menjaga kerukunan di tengah kemajemukan adalah tugas berat yang tidak bisa dilakukan sendirian. Ke depan, kami berharap ada kolaborasi berkelanjutan, terutama dalam berbagi keilmuan keagamaan serta penguatan pendidikan formal maupun informal. Mari kita fokus pada persamaan untuk memajukan umat di Sungai Lilin ini,” ujar Ustadz Agus.
Pertemuan ditutup dengan penyerahan Majalah Nuansa sebagai simbol transparansi informasi organisasi dan diharapkan dapat menjadi jendela informasi bagi pihak pondok dalam mengenal LDII lebih jauh.
