Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 18, 2026
Dakwah Nasihat Pendidikan

Ramadan Bukan Sekadar Rutinitas, Tetapi Raih “Lima Sukses Ramadan”

  • February 27, 2026
  • 3 min read
  • 29 Views
Ramadan Bukan Sekadar Rutinitas, Tetapi Raih “Lima Sukses Ramadan”

Oleh: Asyhari Eko Prayitno (Sekretaris DPD LDII Kota Kediri)

Setiap kali Ramadan menyapa, kita sering terjebak dalam euforia yang bersifat seremonial. Masjid-masjid penuh di awal bulan, pasar takjil meriah, dan jadwal buka bersama yang padat. Namun, sebuah pertanyaan mendasar perlu kita ajukan ke dalam sanubari: Apakah Ramadan kita tahun ini sudah memiliki target yang jelas, ataukah ia hanya sekadar siklus lapar dan haus yang berulang tanpa makna?

Dalam pandangan saya, Ramadan adalah madrasah karakter yang harus dijalani dengan manajemen yang terukur. Konsep Lima Sukses Ramadan hadir bukan sekadar sebagai slogan, melainkan sebagai parameter kualitas pengabdian kita kepada Sang Khaliq.

Kesuksesan pertama dimulai dari puasa itu sendiri. Kita perlu menyadari bahwa puasa adalah ibadah rahasia yang menguji integritas. Sangat disayangkan jika kita mampu menahan lapar belasan jam, namun gagal menahan lisan dari ghibah atau amarah. Rasulullah ﷺ telah memperingatkan dalam haditsnya:

رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْعُ وَالْعَطَشُ * رواه النسائى

Artinya : “Terkadang orang yang berpuasa tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus saja.” (HR. An-Nasa’i)

Maka, sukses puasa adalah sukses menjaga niat semata-mata karena iman dan mengharap pahala (ihtisaban), agar pintu ampunan terbuka lebar bagi dosa-dosa masa lalu kita.

Kedua, sukses tadarus Al-Qur’an. Di bulan yang disebut sebagai Syahrul Qur’an ini, target minimal satu hari satu juz adalah bentuk disiplin spiritual. Al-Qur’an adalah ladang kebaikan yang luar biasa, di mana Nabi ﷺ menjanjikan pahala yang sangat detail:

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا * رواه الترمذى

Artinya : “Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat.” (HR. Tirmidzi)

Ketiga, menghidupkan malam melalui shalat tarawih. Salat ini adalah ibadah eksklusif Ramadan yang menjadi sarana penggugur dosa. Meluangkan waktu untuk bersujud di malam hari adalah bukti bahwa cinta kita kepada Allah melampaui rasa lelah fisik. Sebagaimana janji Rasulullah ﷺ:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ * البخارى ومسلم

Artinya : “Barangsiapa yang salat malam di bulan Ramadan (Tarawih) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)

Keempat, mengejar kemuliaan Lailatul Qadar. Memasuki sepuluh malam terakhir, stamina ibadah kita justru harus mencapai puncaknya melalui i’tikaf. Inilah bonus terbesar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ * سورة القدر 3

Artinya : “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

Terakhir, sukses zakat fitrah sebagai penyempurna. Ibadah dalam Islam selalu menyandingkan dimensi vertikal (Allah) dan horizontal (sesama). Zakat fitrah diwajibkan sebagai pembersih jiwa sekaligus bantuan pangan bagi kaum dhuafa.

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ * رواه أبو داود

Artinya : “Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor, serta sebagai pemberian makan bagi orang-orang miskin.” (HR. Abu Dawud)

Lima Sukses Ramadan ini adalah satu kesatuan utuh. Mari kita jadikan sisa Ramadan ini sebagai ajang pembuktian bahwa kita mampu mengelola niat dengan baik. Semoga ketika fajar Syawal tiba, kita benar-benar menang secara kualitas iman dan takwa yang istiqomah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *