Jakarta (31/12) – Menjelang pergantian kalender tahunan, Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan momen akhir tahun sebagai waktu merenungi diri dan memperbaiki kualitas kehidupan spiritual.
Ketua DPW LDII DKI Jakarta, KH Imam Bashori, menyampaikan bahwa penguatan nilai-nilai religius, khususnya melalui kegiatan mengaji, memiliki peran strategis dalam membangun ketangguhan mental masyarakat. Menurutnya, tantangan sosial di Jakarta yang semakin beragam pada tahun mendatang menuntut fondasi moral yang kokoh.
Ia menjelaskan bahwa aktivitas mengaji tidak semata-mata dimaknai sebagai membaca Al-Qur’an, melainkan sebagai sarana pembentukan kepribadian yang berdampak langsung pada sikap dan perilaku dalam kehidupan sosial.
Imam Bashori mengajak warga ibu kota untuk meningkatkan pemahaman keagamaan sebagai penyeimbang gaya hidup perkotaan yang kerap individualistis. Dengan bekal ilmu agama yang memadai, diharapkan muncul kesadaran bersama untuk saling peduli, menjaga harmoni, serta menghormati perbedaan di tengah masyarakat.
“Melalui pengajian di lingkungan masing-masing, kita belajar memperbaiki hubungan dengan Allah sekaligus mempererat hubungan antarsesama. Akhir tahun ini sebaiknya menjadi titik awal untuk memperkuat persaudaraan dan kebersamaan melalui pemahaman agama yang moderat dan menenteramkan,” tutur Imam Bashori.
Lebih jauh, LDII DKI Jakarta menilai bahwa kekuatan sosial merupakan kunci penting dalam menjaga keharmonisan kota yang dihuni oleh masyarakat dengan latar belakang beragam. Kegiatan pengajian dinilai mampu menjadi wadah interaksi positif, mempererat silaturahmi, serta mengurangi potensi konflik sosial.
Pembinaan akhlak mulia pun menjadi prioritas utama agar setiap individu mampu berperan aktif dan memberi dampak baik bagi lingkungan sekitarnya.
Sebagai penutup, Imam Bashori berharap tahun yang akan datang membawa semangat kebersamaan yang semakin kuat. Ia menegaskan bahwa kemajuan Jakarta tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas moral dan karakter warganya. Dengan menghidupkan budaya mengaji dan semangat gotong royong, Jakarta diharapkan tetap menjadi kota yang aman, nyaman, dan religius.
LDII sendiri memiliki berbagai program pembinaan karakter, seperti pengajian rutin, tahfidz Al-Qur’an, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Melalui konsistensi dan komitmen yang berkelanjutan, LDII siap berkontribusi dalam mencetak generasi beriman, berilmu, dan berakhlak mulia guna menyongsong perjalanan lima abad Kota Jakarta.
Harapannya, LDII dapat terus menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan Jakarta yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.
