Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 19, 2026
Daerah Parenting Psikologi

Sekretaris LDII Kota Kediri Dorong 29 Karakter Luhur Jadi Pondasi Wujudkan Keluarga Harmonis

  • April 19, 2026
  • 3 min read
  • 6 Views
Sekretaris LDII Kota Kediri Dorong 29 Karakter Luhur Jadi Pondasi Wujudkan Keluarga Harmonis

Kediri (19/4). 29 Karakter Luhur yang dikembangkan LDII bisa menjadi pondasi dalam membentuk keluarga yang harmonis. Hal tersebut disampaikan Asyhari Eko Prayitno, Sekretaris DPD LDII Kota Kediri sekaligus Ketua Pondok Pesantren Nurul Huda Al Manshurin, dalam Seminar Parenting Skill, Minggu (19/4).

Asyhari menilai kegiatan edukasi ini relevan dengan tantangan zaman sekaligus respons terhadap meningkatnya perhatian publik saat ini terhadap isu kekerasan dalam rumah tangga.

Ia menyoroti, edukasi parenting memiliki peran dalam mencegah terjadinya konflik keluarga. Menurutnya, pola asuh yang tepat mampu membangun komunikasi sehat antara orang tua dan anak, sehingga tercipta lingkungan keluarga yang aman dan harmonis.

“Parenting skill merupakan bekal bagi orang tua dalam membina keluarga. Dengan pemahaman yang baik, potensi konflik hingga kekerasan dalam rumah tangga dapat ditekan, karena orang tua mampu mengelola emosi dan komunikasi secara bijak,” ujarnya.

Asyhari juga menegaskan konsep 29 Karakter Luhur yang dikembangkan LDII bisa menjadi pedoman orang tua dalam membentuk generasi yang unggul.

“Jika 29 karakter luhur ini diimplementasikan, anak tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, mampu mengendalikan diri, dan memberi manfaat bagi lingkungan. Ini menjadi tujuan utama pembinaan generasi di LDII,” tegasnya.

Ia turut menyoroti pentingnya keharmonisan dalam keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter. Menurutnya, hubungan yang dilandasi komunikasi, saling menghargai, dan kemampuan menyelesaikan konflik secara dewasa akan memberikan dampak positif bagi perkembangan psikologis anak.

“Kasus kekerasan anak yang terjadi di Kediri beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting bagi kita semua. Anak harus dilindungi dan dibina dengan kasih sayang. Jangan sampai lingkungan keluarga justru menjadi tempat yang tidak aman bagi mereka,” tuturnya.

Para Peserta Seminar Parenting Skill, di Ponpes Nurul Huda Al Manshurin pada Minggu, (19/4).

Pada sesi materi, dr. H. Heris Setiawan Kusumaningrat menjelaskan bahwa karakter generasi Z yang cepat dalam menyerap informasi membutuhkan pendekatan khusus dari orang tua. Ia menilai bahwa tanpa arahan yang tepat, anak berpotensi terpengaruh oleh informasi negatif di era globalisasi.

“Anak gen Z itu cepat menangkap informasi, cepat mengambil kesimpulan. Maka orang tua harus memberikan penjelasan yang detail dan terarah agar anak tidak salah dalam memahami sesuatu yang baru bagi mereka,” jelasnya.

Ia memaparkan bahwa kecerdasan anak dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu nutrisi, situasi, dan emosi. Selain itu, metode pembelajaran melalui pengulangan akan memperkuat koneksi otak, sementara pembelajaran dengan sudut pandang luas akan meningkatkan kemampuan berpikir anak.

“Kalau sering diulang, sambungan di otak menjadi kuat, itu yang membuat anak pintar. Tapi kalau ditambah sudut pandang yang luas, anak akan menjadi cerdas karena memiliki banyak koneksi pemahaman,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keteladanan orang tua melalui konsep mirror neuron atau neuron cermin. Menurutnya, apa yang dilihat anak dari orang tuanya akan terekam dan ditiru dalam kehidupan sehari-hari.

“Orang tua itu ibarat master, anak adalah hasil fotocopynya. Kalau orang tua rukun, bahagia, dan saling menyayangi, itu akan terekam kuat dalam diri anak,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar orang tua berhati-hati dalam menunjukkan konflik di depan anak. Hal tersebut berpotensi membentuk pola pikir negatif dalam diri anak yang terbawa hingga dewasa.

“Konflik itu wajar, tapi jangan ditampilkan di depan anak. Karena apa yang dilihat akan tersimpan dalam ingatannya dan bisa mempengaruhi kepribadiannya,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *