Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 18, 2026
Daerah Dakwah

Generus PC LDII Gurah Ikuti Asrama Online Ponpes Wali Barokah, Perkuat Akidah Lewat Kajian Surat Hud

  • February 20, 2026
  • 3 min read
  • 51 Views
Generus PC LDII Gurah Ikuti Asrama Online Ponpes Wali Barokah, Perkuat Akidah Lewat Kajian Surat Hud

Kediri (20/2). Generasi penerus (generus) PC LDII Gurah mengikuti Asrama Online Pondok Pesantren Wali Barokah secara daring pada Kamis, (19/2). Kegiatan positif tersebut dilaksanakan di Aula Masjid Baitul Makmur, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sehingga para generus mampu menjalani kehidupan dengan sikap yang lebih bijaksana, bertanggung jawab, serta berpegang teguh pada nilai-nilai akidah Islam.

Ketua PC LDII Gurah, Agus Sulisdiantoro, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan asrama online tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat positif dalam membina generasi muda agar memiliki pemahaman agama yang kuat sejak dini.

“Asrama Online Ponpes Wali Barokah ini menjadi sarana pembinaan yang efektif bagi generus, terutama dalam memperkokoh akidah dan membentuk karakter yang berakhlakul karimah. Kami berharap kegiatan ini dapat terus diikuti dengan sungguh-sungguh sehingga generus LDII Gurah tumbuh menjadi generasi yang alim, faqih, dan berkepribadian luhur,” ujarnya.

Sementara itu, kajian Asrama secara Online disampaikan oleh H. Zaini Ahmadi, dengan pembahasan Surat Hud ayat 46–60. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa rangkaian ayat tersebut mengisahkan perjalanan dakwah para nabi yang sarat pelajaran akidah dan keteguhan iman.

Di dalamnya terdapat kisah Nabi Nuh dan putranya, Kan’an, yang memilih jalan kekafiran, serta dakwah Nabi Hud kepada kaum ‘Ad yang dikenal sombong dan ingkar terhadap kebenaran.

“Ayat-ayat ini memberikan pelajaran penting bahwa keimanan merupakan ikatan utama di sisi Allah SWT, melampaui hubungan nasab atau darah. Selain itu, ayat-ayat ini menunjukkan keadilan Allah SWT dalam menyelamatkan orang-orang yang beriman dan membinasakan kaum yang menolak petunjuk-Nya,” terang H. Zaini.

Sementara itu, dalam ayat 46–47, H. Zaini menjelaskan bahwa putra Nabi Nuh yang tenggelam tidak termasuk golongan keluarga yang dijanjikan keselamatan karena perbuatannya yang tidak saleh serta kekafirannya.

“Allah SWT memperingatkan Nabi Nuh agar tidak memohon sesuatu yang tidak diketahui hakikatnya. Menyadari kekeliruannya, Nabi Nuh pun bertobat dan memohon ampun kepada Allah SWT,” lanjutnya.

Selanjutnya, pada ayat 48–49 H. Zaini menggambarkan perintah Allah SWT kepada Nabi Nuh untuk turun dari bahtera dengan penuh keselamatan dan keberkahan bagi dirinya serta para pengikutnya setelah banjir besar berakhir. Peristiwa tersebut menjadi bukti adanya pertolongan Allah kepada hamba-Nya yang beriman.

“Nabi Hud mengajak kaumnya untuk menyembah Allah semata, memohon ampun, dan bertobat agar mendapatkan rahmat-Nya. Namun seruan tersebut ditolak. Kaum ‘Ad malah menuduh Nabi Hud mengada-ada dan tetap mempertahankan kesombongan mereka,” ujar H. Zaini menjelaskan Surat Hud ayat 50–53.

Sementara itu, dalam ayat 58–60 dijelaskan datangnya azab bagi kaum ‘Ad. Nabi Hud dan para pengikutnya yang beriman diselamatkan, sementara kaum ‘Ad yang ingkar dibinasakan dan dilaknat di dunia hingga hari kiamat akibat pembangkangan mereka terhadap rasul Allah.

“Pelajaran yang dapat dipetik dari ayat-ayat di atas adalah bahwa segala hal yang berkaitan dengan agama dan ibadah itu harus berlandaskan pada petunjuk Allah SWT,” tutup H. Zaini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *