Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 19, 2026
Daerah Nasional

LDII Kota Kediri Perkuat SDM Tangguh Hadapi Dinamika Global Usai Pembekalan Kemenko PMK RI di Munas X LDII

  • April 9, 2026
  • 4 min read
  • 22 Views
LDII Kota Kediri Perkuat SDM Tangguh Hadapi Dinamika Global Usai Pembekalan Kemenko PMK RI di Munas X LDII

Jakarta (9/4). Musyawarah Nasional (Munas) X Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menghadirkan sesi strategis bersama Kemenko PMK RI yang membahas strategi membangun manusia dan budaya yang tangguh. Prof. Dr. Ir. Warsito, S.Si., M.T., Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Transformasi Ekonomi Kemenko PMK RI, hadir memberikan pembekalan mendalam mengenai resiliensi bangsa di tengah dinamika global, pada Kamis (9/4).

Dalam paparannya, Prof. Warsito menekankan pentingnya membangun manusia yang memiliki daya tahan tinggi menghadapi guncangan, baik dari sisi ekonomi, teknologi (seperti Artificial Intelligence), maupun perubahan sosial. Ia menyebut lima ekosistem kunci yang harus bersinergi: keluarga, masyarakat, institusi pendidikan, tempat ibadah, dan ruang digital.

“Karakter dan jati diri bangsa adalah pilar utama. Teknologi seperti AI adalah alat bantu, bukan pengganti manusia. Yang menentukan tetaplah kualitas manusianya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa resiliensi manusia dan budaya merupakan kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari berbagai tantangan, sekaligus menjadikannya peluang untuk kemajuan bangsa. Menurutnya, penguatan karakter, jati diri budaya, serta literasi digital menjadi pilar utama dalam menghadapi dinamika tersebut.

“Transformasi digital bukan untuk ditakuti, tetapi harus kita kuasai. Teknologi adalah alat, bukan pengganti manusia. Kuncinya ada pada kualitas SDM yang mampu mengelola dan memanfaatkannya,” jelasnya di hadapan peserta Munas X LDII yang hadir secara langsung maupun daring dari seluruh Indonesia.

Ia juga menggarisbawahi empat indikator utama menuju Indonesia Emas 2045, yakni rendahnya tingkat pengangguran, meningkatnya pendapatan per kapita, pendidikan minimal 12–13 tahun, serta tingginya angka harapan hidup. Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan lima ekosistem pembangunan SDM, yaitu keluarga, masyarakat, institusi pendidikan, tempat ibadah, dan ruang digital.

“Saya menekankan peran strategis organisasi kemasyarakatan keagamaan seperti LDII dalam memperkuat karakter bangsa, menjaga kohesi sosial, meningkatkan literasi digital, serta memberdayakan ekonomi berbasis komunitas,” ujarnya.

Menanggapi materi tersebut, Ketua LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menyatakan bahwa penguatan SDM merupakan fokus utama organisasi di daerah untuk mendukung pencapaian indikator Indonesia Emas 2045.

Prof. Dr. Ir. Warsito, S.Si., M.T., Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Transformasi Ekonomi Kemenko PMK RI dalam Munas X LDII 2026
Prof. Dr. Ir. Warsito, S.Si., M.T., Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Transformasi Ekonomi Kemenko PMK RI dalam Munas X LDII 2026

“Apa yang disampaikan Prof. Warsito mengenai resiliensi sangat relevan dengan pembinaan yang kami lakukan. LDII Kota Kediri berkomitmen penuh untuk menyiapkan warga dan generasi muda yang sehat, cerdas, dan memiliki kemandirian ekonomi. Kami ingin memastikan warga LDII di Kota Kediri tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi aktor aktif yang menyumbang pada penurunan angka pengangguran dan peningkatan kualitas hidup menuju 2045,” ungkapnya.

Ia menyampaikan bahwa materi tentang resiliensi manusia dan budaya menjadi penguatan penting dalam program pembinaan warga LDII di daerah.

“Paparan Prof. Warsito sangat komprehensif dan relevan dengan kondisi saat ini. Kami di LDII Kota Kediri melihat bahwa penguatan karakter, peningkatan kualitas pendidikan, serta kesiapan menghadapi transformasi digital menjadi prioritas utama dalam membangun generasi yang tangguh,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa LDII Kota Kediri siap mengimplementasikan nilai-nilai tersebut melalui program pembinaan yang berfokus pada penguatan akhlak, peningkatan kompetensi, serta pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, menyoroti pentingnya etika digital dan penguatan karakter berbasis keluarga sebagai benteng menghadapi degradasi moral.

“Kami sangat menggarisbawahi pesan mengenai etika digital dan peran keluarga sebagai hulu dari resiliensi. Di tengah banjir informasi dan disrupsi teknologi, LDII Kota Kediri terus mendorong literasi digital yang sehat bagi para santri dan generasi muda. Kami ingin mencetak SDM yang berakhlakul karimah, ‘alim-faqih’ dan mandiri yang mampu memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan nilai-nilai luhur bangsa. Karakter rukun, kompak, dan kerja sama yang baik adalah identitas kita yang harus terus dijaga,” tegasnya.

Ia menyoroti pentingnya literasi digital dan penguatan ekosistem keluarga dalam membangun ketahanan masyarakat.

“Pesan tentang pentingnya lima ekosistem pembangunan SDM sangat mengena. Kami melihat bahwa keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi. Selain itu, literasi digital juga harus terus ditingkatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa LDII Kota Kediri berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam menciptakan SDM unggul yang berdaya saing, sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.

“Melalui pembekalan ini, LDII diharapkan semakin mampu berkontribusi dalam membangun masyarakat yang resilien, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai tantangan global maupun nasional menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *