Official YoutubeLDII TV Kota KediriSubscribe
April 19, 2026
Daerah Nasional

LDII Kota Kediri Dorong Kedaulatan Pangan sebagai Pilar Kemandirian Bangsa dalam Munas X LDII

  • April 9, 2026
  • 3 min read
  • 18 Views
LDII Kota Kediri Dorong Kedaulatan Pangan sebagai Pilar Kemandirian Bangsa dalam Munas X LDII

Jakarta (9/4). Pembekalan Musyawarah Nasional (Munas) X LDII menghadirkan materi bertajuk “Kedaulatan Pangan sebagai Harga Diri Bangsa Indonesia” yang disampaikan Kepala Biro Perencanaan, Kerja Sama dan Humas, Badan Pangan Nasional, Budi Waryanto, pada Kamis (9/4). Materi tersebut menegaskan pentingnya kemandirian pangan sebagai fondasi utama kekuatan bangsa di tengah tantangan global.

Dalam paparannya, Budi Waryanto menekankan bahwa konsep kedaulatan pangan telah menjadi cita-cita para pendiri bangsa. Kedaulatan tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan memproduksi pangan secara mandiri, tetapi juga sebagai keberanian dalam menentukan kebijakan tanpa ketergantungan impor.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dari Sabang hingga Merauke, mulai dari pengembangan sorgum, jagung, hingga bawang putih di berbagai daerah. Potensi tersebut harus dioptimalkan agar mampu memenuhi kebutuhan nasional sekaligus menjaga stabilitas harga pangan.

“Ketersediaan pangan harus diiringi dengan keterjangkauan. Tidak boleh ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan bahan pangan karena harga yang tinggi. Di sinilah negara hadir melalui berbagai program intervensi,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya semangat kemandirian untuk mengurangi ketergantungan impor. Ia mengajak ormas keagamaan seperti LDII untuk memanfaatkan potensi lahan yang ada guna memperkuat cadangan pangan masyarakat.

“Kedaulatan pangan ini terkait dengan kebijakan pengambilan keputusan. Kita harus mandiri dengan produk lokal, baik itu jagung, bawang putih, hingga sorgum. Ketahanan pangan akan terwujud jika pangan tersedia, terjangkau, dan berkualitas,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan cadangan pangan pemerintah, pengelolaan logistik antarwilayah, serta pemanfaatan lahan kosong untuk produksi pangan. Tantangan seperti perubahan iklim dan gejolak geopolitik global disebutnya sebagai faktor yang harus diantisipasi dengan strategi yang matang.

Menanggapi materi tersebut, Ketua LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, menyampaikan bahwa kedaulatan pangan sejalan dengan semangat kemandirian yang selama ini digaungkan oleh LDII.

“Kami melihat bahwa kedaulatan pangan bukan sekadar isu ekonomi, tetapi juga menyangkut harga diri bangsa. LDII siap mendorong warga untuk memanfaatkan potensi lokal, termasuk pengelolaan lahan produktif dan penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas,” ujarnya.

Menanggapi tantangan global dan perubahan iklim yang memengaruhi sektor pangan, Ia menyatakan kesiapannya untuk menggerakkan warga LDII di tingkat daerah agar lebih peduli pada kemandirian pangan.

“Kami di LDII Kota Kediri sangat menyambut baik arahan dari Badan Pangan Nasional. Kedaulatan pangan adalah fondasi bagi bangsa yang sehat, aktif, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. Kami akan mendorong warga untuk memaksimalkan lahan-lahan yang ada, sekecil apa pun, agar bisa berkontribusi pada ketahanan pangan keluarga dan masyarakat. Kemandirian ini adalah bagian dari jati diri warga LDII yang tidak mau bergantung pada pihak lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris LDII Kota Kediri, Asyhari Eko Prayitno, menambahkan bahwa peran organisasi kemasyarakatan sangat penting dalam mendukung program pemerintah.

“Kami mendorong kolaborasi antara LDII dengan pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk memperkuat ketahanan pangan. Edukasi kepada generasi muda juga penting agar mereka memiliki kesadaran dan keterampilan di bidang pangan,” ungkapnya.

Ia menyoroti pentingnya peran organisasi dalam membangun ekosistem logistik dan lumbung pangan di tingkat komunitas sebagai mitra strategis pemerintah.

“Pesan mengenai pentingnya cadangan pangan masyarakat melalui lumbung pangan sangat relevan bagi kami. LDII Kota Kediri siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan di daerah. Dengan struktur organisasi yang solid hingga tingkat PC dan PAC, kami berkomitmen untuk terus mengedukasi warga mengenai diversifikasi pangan dan penguatan ekonomi berbasis komunitas. Jika ekosistem pangan dari hulu ke hilir ini terkelola dengan baik, insyaallah gejolak harga pangan di pasar tidak akan menggoyahkan ketahanan umat,” tegasnya.

“Melalui pembekalan ini, diharapkan peserta Munas X LDII mampu mengimplementasikan nilai-nilai kemandirian dan kedaulatan pangan dalam kehidupan bermasyarakat, sekaligus menjadi bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan pangan nasional ke depan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *